Pengertian, Sejarah, Fungsi Serta Perangkat Yang Ada Pada ATM

Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, bisa dikatakan segala sesuatu pasti berkaitan dengan teknologi. Baik dalam urusan pekerjaan maupun di dalam kegiatan sehari-hari kita semua tentunya tidak terlepas dari sebuah teknologi, mulai dari teknologi yang digunakan untuk perseorangan maupun untuk khalayak ramai.

Teknologi tidak hanya berhubungan dengan dunia komputer saja. Ada banyak hal yang tentunya mengandung unsur teknologi di dalamnya. Tidak terkecuali dengan dunia perbankan, yang mana di dunia pengurusan keuangan tersebutpun seakan-akan tidak bisa terlepas juga dengan penggunaan teknologi.

Salah satu penggunaan teknologi di dalam dunia perbankan adalah ATM. ATM bukan lagi suatu hal yang aneh bagi kita semua. Yang mana dengan menggunakan ATM dapat memudahkan kita di dalam urusan pengelolaan uang yang kita miliki mulai dari tarik tunai hingga transfer uang ke rekening lain.

Nah, berbicara mengenai ATM, tentunya sebagian dari kita sering menggunakan teknologi mesin yang satu ini. Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan sama-sama membahas hal-hal yang bisa kita pahami dari teknologi mesin pengolah uang yang satu ini. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, silahkan simak uraiannya berikut ini.

Apa Itu ATM

Jika diartikan dalam bahasa yang kita gunakan sehari-hari, ATM merupakan sebuah mesin yang mana seringkali kita gunakan untuk urusan tarik tunai maupun transfer melalui rekening yang kita miliki yang mana sebelumnya kita sudah menabung uang kita pada suatu bank yang terhubung dengan mesin tersebut. Yang mana tentunya dengan adanya ATM akan mempermudah kita tanpa perlu mengambil uangnya langsung ke bank yang bersangkutan.

Dalam sebuah perbankan terdapat sebutan yang sering kita dengar yaitu ATM, sebuah alat pembayaran yang menggunakan kartu dan mesin. Setiap nasabah yang membuka tabungan di bank maka akan mendapatkan kartu ATM untuk bisa melakukan transaksi di mesin ATM. ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan, bandar udara, pasar, dan kantor-kantor bank itu sendiri.

ATM bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.

ATM merupakan sebuah fasilitas transaksi yang diberikan oleh bank untuk semua nasabah bank sehingga dapat melakukan transaksi melalui mesin komputer yang telah diprogram. Untuk bisa mengakses komputer ATM dibutuhkan sebuah kartu khusus yang biasa kita sebut dengan kartu ATM.

Kartu ATM yang dikeluarkan oleh pihak bank biasanya sudah menetapkan batas jumlah penarikan atau transasksi tunai maksimum perhari. Batas penarikan ATM ditetapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan pada perangkat ATM, selain itu batas jumlah penarikan diterapkan untuk mengantisipasi kelebihan penyediaan uang tunai dalam ATM.

Masing-masing nasabah memiliki pin yang berbeda-beda untuk mengakses rekening tabungannya melalui mesin ATM, sehingga PIN merupakan kode rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain. Pada umumnya nasabah yang menggunakan fasilitas ATM akan dikenakan biaya adminstrasi pengelolaan rekening dan biaya bulanan kartu ATM. Biasanya besar biaya pengelolaan dan biaya bulanan kartu ATM diterapkan oleh masing-masing bank.

Pada awalnya, penggunaan teknologi ATM ini hanya dilakukan atau digunakan untuk membantu para nasabah di dalam melakukan penarikan uang tunai dimana cabang bank tersebut tidak ada. Artinya, ada tidak ada fasilitas ATM, nasabah tetap membuka rekening pada suatu bank.

Dengan kata lain, ATM bisa juga diartikan sebagai sebuah mesin elektronik yang difasilitasi oleh Bank kepada pemilik kartu ATM tentunya agar mempermudah dalam transaksi secara elektronik seperti mentransfer uang, mengambil uang, mengecek saldo dan lain-lain tanpa perlu diawasi oleh teller dan setiap kartu diberikan PIN (Personal Identification number) yang berbeda guna untuk menjaga keamanan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ATM adalah sebuah mesin yang secara otomatis dapat bekerja menggantikan peran dari teller yang sering kita jumpai di bank. Dengan adanya mesin-mesin ATM seperti ini, kita tidak perlu lagi antri di depan teller setiap membutuhkan jasa perbankan.

Sejarah Perkembangan ATM

Sebagian besar dari kita tentunya sudah sangat sering menggunakan ATM untuk melakukan transaksi, namun pastinya kebanyakan dari kita masih banyak yang belum mengetahui bagaimana asal usul dari teknologi yang satu ini. ATM dikembangkan oleh Luther George Simjian tahun 1939. Pada tahun tersebut Luther mendirikan ATM di City Bank yang terletak di New York.

Namun pemasangan mesin ATM di bank tersebut tidak belangsung lama hanya berkisar sekitar 6 bulan saja dikarenakan banyak nasabah masih belum mengenal fungsi ATM. Perkembangan ATM terhenti selama kurang lebih 25 tahun. Kemunculan awal ATM seiring dengan perkembangan supermarket, penjualan tiket transportasi publik dan pom bensin dengan system self service di Amerika dan Eropa.

Selain itu, munculnya ATM juga sebagai respons atas peningkatan upah pekerja serta tingginya frekuensi transaksi di teller Bank, sehingga mengakibatkan sering terjadinya antrian. Uniknya, pada awal kemunculan ATM, mesin ini hanya bisa dinikmati oleh nasabah tertentu yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.

Jika melihat dari sisi inovasi teknologi, ATM lahir dari pemikiran para bankir dan ahli IT. Para bankir ingin memecahkan masalah distribusi secara cepat, praktis dan terintegrasi, sementara para ahli IT berfokus pada system teknis peralatannya. Contohnya dari sisi hardware, seperti layar video, perangkat baja, plastik dan pita magnetik maupun yang bersifat software seperti sistem operasinya.

Pada era 1960-an, teknologi ATM belum berjalan sebaik saat ini, dikarenakan kendala hardware, software mengakibatkan banyak kasus seperti mesin yang macet, ATM yang mengeluarkan struk berkali-kali hingga ATM yang hanya bisa mendeteksi nasabah/bank tertentu saja. Cukup merepotkan ketika dunia masih menerapkan sistem ekonomi tunai.

Pada awal kehadiran ATM, faktor kecepatan, integrasi atau desain komunikasi menjadi salah satu fokus utama, istilah populernya adalah real-time. Salah satu Bank yang mulai mengembangkan sistem real-time ini adalah Bank penyimpanan Swedia yang bekerja sama dengan IBM pada tahun 1968. Di era 1970-an hingga awal 1980-an beberapa Bank di Inggris dan para ahli IBM mulai mengembangkan sistem yang menjadi cikal bakal sistem ATM saat ini.

Pada awal penemuan mesin atm ini, tersapat masalah yaitu mesin atm korslet karena terkena air hujan. Maka dari itu diperlukannya pengembangan lagi sehingga membuat ruangan khusus untuk menyimpan mesin atm agar tidak terkena air hujan. Dan mesin atm pertama tidak menggunakan sistem online seperti sekarang yang bisa dipasang tidak dengan bank.

Pada zaman dahulu mesin atm hanya berada disamping bank. Karena belum dikembangkan dalam sistem online. Dan mesin atm ini hanya bisa diambil menggunakan kartu atm yang sesuai bank dengan mesin atm itu. Dan mesin atm itu akan menyensor strip magnet hitam pada kartu atm yang dimasukkan menggunakan nomor ID atau PIN.

Perusahaan perusahaan yang mewarnai perkembangan industri dan inovasi ATM adalah Spyetec-Burroughs, Chubb (Inggris), Docutel dan Diebold, De La Rue (Amerika), Omrom Tateisi (Jepang), menjadi pelopor dalam perkembangan teknologi ATM. Perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan IBM untuk melahirkan fitur-fitur ATM seperti PIN dan dari sisi softwarenya.

Sementara itu perusahaan NCR dan Diebold berperan dalam inovasi seperti mengubah ukuran ATM lebih kecil dan multifungsi. Multifungsi itu antara lain sistem pengeluaran uang yang horizontal sehingga mengurangi kemacetan dan fungsi transfer serta informasi saldo. Kini, seiring dengan jumlah Bank serta frekuensi transaksi keuangan yang tinggi dan kebutuhan mesin ATM di dunia, maka muncul perusahaan-perusahaan perakitan ATM yang baru seperti : Honeywell (Amerika), Phillips Olivetti dan Siemens-Nixdorf/Wincor (Eropa), Fujitsu, GRG, Hyosung, dan Hitachi (Asia).

Tak sampai di situ, ATM kian menjelma menjadi penopang transaksi bank setelah memasuki dekade millenium dengan hadirnya interkoneksi ATM antar bank. Saat ini, nasabah yang berbeda bank bisa melakukan transaksi keuangan hanya dengan melalui mesin ATM milik bank manapun.

Fungsi ATM

Tentunya kita semua tahu bahwa fungsi yang paling utama dari ATM adalah untuk melakukan transaksi penarikan uang tunai tanpa harus melalui teller yang ada di bank tempat kita menabung. Namun ternyata ada fungsi atau manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dari ATM, berikut ini adalah penjelasannya :

  • Tarik Tunai 24 Jam

Seperti yang sudah dijelaskan, fungsi utama dan paling sering digunakan nasabah dari ATM adalah untuk menarik uang tunai kapanpun dibutuhkan. Fungsi ATM yang satu ini sangat memudahkan ketika kita sedang membutuhkan uang tunai dengan segera, karena ATM sudah banyak tersebar dimana-mana. Kita juga tidak perlu datang ke bank yang jumlahnya tidak sebanyak ATM dan memiliki batasan jam operasional.

Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya jumlah maksimal atau limit penarikan uang tunai melalui ATM yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan bank terkait. Namun meski begitu, ATM tetap menjadi pilihan terbaik untuk menarik uang tunai dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, atau saat keadaan darurat. Banyak orang yang memilih untuk mengambil uang tunai di ATM dibandingkan melalui teller bank karena tidak perlu mengantri panjang dan lama.

  • Menyetor Uang Ke Rekening Tabungan

Selain menarik uang tunai, ATM juga bisa digunakan untuk menyetor uang ke dalam rekening tabungan milik kita atau mengirimkannya ke rekening orang lain. Meskipun tidak semua mesin ATM memiliki fasilitas yang bisa menyetorkan uang, tapi sudah banyak ditemukan di tempat-tempat umum. Hal ini tentunya memudahkan kita dan menghemat waktu dibanding harus menyetorkan uang melalui teller bank.

  • Pengiriman Uang

Fungsi selanjutnya dari mesin ATM adalah memudahkan kita dalam proses mengirim uang atau transfer, baik ke sesama nasabah dari bank yang sama atau bank lain. Fungsi yang satu ini tentu bukan sesuatu yang asing lagi, terutama bagi masyarakat jaman sekarang yang sering berbelanja melalui online shop. Belanja melalui online memang menuntut kita untuk melakukan transaksi tanpa bertatap muka, yang hal in berarti kita harus membayar dengan cara transfer.

  • Membayar Tagihan

Jika dulu kita harus mendatangi loket pembayaran resmi dari perusahaan air (PAM) atau listrik (PLN) untuk membayar tagihan bulanan, kini kita sudah bisa membayarnya melalui ATM. ATM memang memiliki fitur yang memudahkan kita untuk membayar tagihan rutin yang digunakan dalam sebulan, jadi kita tidak perlu repot-repot datang ke loket pembayaran.

Ada banyak jenis tagihan yang bisa dibayar melalui ATM, tergantung dengan apakah penyedia jasa tersebut bekerjasama dengan bank yang kita gunakan atau tidak. Jadi bukan hanya tagihan air dan listrik, kita juga bisa membayar tagihan telepon, internet, TV kabel, bahkan hingga asuransi dan bayaran sekolah. Selain itu, bagi kita yang senang menyumbang untuk kegiatan sosial juga bisa menyalurkan donasi melalui fitur dalam ATM ke lembaga kepercayaan kita.

  • Membayar Produk Lainnya

Bukan hanya produk perbankan yang bisa dibayar atau dibeli melalui ATM, namun juga berbagai produk lain yang tidak berhubungan dengan langsung dengan perbankan. Jadi tidak aneh ketika orang membeli pulsa telepon melalui ATM, atau bahkan membayar tiket pesawat. Ada berbagai penyedia produk yang bekerjasama dengan bank, sehingga kita dapat membeli produknya melalui ATM. Mulai dari pulsa dan paket internet, tiket pesawat dan kereta, tiket bioskop, dan lain sebagainya.

Perangkat Yang Ada Pada ATM

Seperti halnya yang ada pada komputer, ternyata ATM juga memiliki perangkat yang sama seperti yang digunakan pada komputer, yaitu perangkat keras dan juga perangkat lunak yang tentunya berfungsi untuk pengoperasiannya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perangkat yang digunakan pada ATM.

Perangkat Keras

Sama seperti komputer, ATM membutuhkan perangkat keras yang tentunya berguna agar perangkat lunak yang ada bisa berjalan dengan baik untuk kinerja dari ATM tersebut. Berikut ini adalah beberapa perangkat keras atau hardware yang digunakan pada ATM :

  • CPU (untuk mengontrol antarmuka pengguna dan perangkat transaksi)
  • Pembaca Magnetik dan/atau Chip kartu (untuk mengidentifikasi pelanggan)
  • Papan ketik PIN (mirip dalam tata letak papan kunci touchpad atau kalkulator), sering diproduksi sebagai bagian rangka yang aman.
  • Kriptoprosesor, umumnya dalam bagian rangka yang aman.
  • Monitor (digunakan oleh pelanggan untuk melakukan transaksi)
  • Tombol fungsi (biasanya dekat dengan layar) atau layar sentuh (digunakan untuk memilih berbagai aspek transaksi)
  • Mesin pencetak rekam (untuk menyediakan pelanggan dengan catatan transaksi mereka)
  • Ruang penyimpanan (untuk menyimpan bagian-bagian mesin yang membutuhkan akses terbatas)
  • Housing (untuk estetika dan untuk melampirkan tanda tangan)

Karena tuntutan komputasi lebih berat dan jatuhnya harga arsitektur mesin seperti-Personal Computer, ATM sudah beralih dari arsitektur perangkat keras kustom menggunakan mikrokontroler dan/atau aplikasi-spesifik sirkuit terpadu untuk mengadopsi arsitektur perangkat keras dari sebuah Personal Computer.

Contohnya adalah seperti, koneksi USB untuk peripheral, Ethernet dan komunikasi IP, dan menggunakan sistem operasi komputer pribadi. Meskipun tidak diragukan lagi lebih murah untuk menggunakan perangkat keras komersial “diluar cangkang”, hal ini membuat ATM berpotensi rentan terhadap jenis masalah yang sama ditunjukkan oleh Personal Komputer konvensional.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak disini sama halnya seperti yang ada pada komputer, yaitu untuk memberikan sebuah perintah yang mana bertujuan agar perangkat keras dapat bekerja sesuai kegunaannya masing-masing. Untuk itu, perangkat lunak sama pentingnya dengan perangkat keras yang digunakan pada ATM.

Dengan migrasi ke komoditas perangkat keras Personal Computer, sistem operasi standar komersial “diluar cangkang”, dan lingkungan pemrograman dapat digunakan di dalam ATM. Platform Khas sebelumnya digunakan dalam pengembangan ATM termasuk RMX atau OS/2.

Hari ini sebagian besar ATM di seluruh dunia menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, terutama Windows XP Professional atau Windows XP Embedded. Sejumlah kecil penyebaran dapat masih menjalankan versi Windows OS seperti Windows NT, Windows CE, atau Windows 2000.

Terdapat pula industri keamanan komputer yang berpandangan bahwa sistem operasi desktop masyarakat umum memiliki resiko yang lebih besar sebagai sistem operasi untuk mesin pengeluaran uang daripada jenis lain dari sistem operasi seperti (aman) Sistem operasi waktu-nyata (RTOS). RISKS Digest memiliki banyak artikel tentang kerentanan kas mesin sistem operasi.

Linux juga menemukan beberapa penerimaan di pasar ATM. Contoh dari hal ini adalah Banrisul, bank terbesar di selatan dari Brasil, yang mengganti sistem operasi MS-DOS di ATM nya dengan Linux. Banco do Brasil juga me-migrasikan ATM-nya ke Linux. Dengan terjadinya sistem operasi Windows dan XFS di ATM, aplikasi perangkat lunak yang memiliki kemampuan untuk menjadi lebih cerdas.

Hal ini telah menciptakan generasi baru ATM aplikasi yang umum disebut sebagai aplikasi diprogram. Jenis aplikasi ini memungkinkan sebuah host yang sama sekali baru teraplikasi di mana terminal ATM dapat melakukan lebih dari hanya sekedar berkomunikasi dengan switch ATM. Sekarang sedang diberdayakan untuk terhubung ke server konten lain dan sistem video perbankan.

Demikianlah penjelasan mengenai ATM. Tentunya dengan adanya ATM kita sebagai pengguna merasakan kemudahan dalam berbagai hal mengenai pengelolaan uang, mulai dari tarik tunai hingga melakukan transfer ke rekening lain. Sekarang ini bahkan ATM terus mengalami perkembangan dengan banyaknya tambahan fasilitas yang ada yang mana tentunya semakin memudahkan kita dalam penggunaannya.