“Internet Of Things”, Sistem Pintar Yang Banyak Diperbincangkan

Di zaman yang kekinian ini telah ada banyak kecanggihan teknologi yang diciptakan. Misalnya saja seperti teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia bahkan sampai robot yang bisa menjadi teman manusia.

Seakan masih belum cukup puas, sekarang sudah ada lagi teknologi yang dapat membuat kita berkomunikasi dengan alat-alat elektronik seperti televisi, kulkas bahkan rumah. Mungkin kita akan berpikir ini gak mungkin, tapi inilah kehebatan dari ilmu teknologi.

Salah satu kecanggihan ini dimiliki oleh Mark Zuckerberg yaitu seorang pencipta facebook. Pasti kalian sudah kenal dengan sosok ini kan. Dia telah membuat alat yang canggih dirumahnya, yaitu menciptakan sistem keamanan rumah tangga yang ia beri nama Jarvis.

Kehebatan dari sistem ini adalah dapat berbicara dan sepenuhnya diatur dengan  menggunakan akses internet. Dia hanya perlu menggunakan smartphone dan komputernya untuk memproses Jarvis. Wow keren banget kan?

Kira-kira sistem apa sih yang dipakainya ini? Nah, kalau kalian penasaran kalian bisa membacanya disini.

Apa Itu Internet of Things?

Dalam pengertian luasnya Internet of Thing atau biasa yang disebut dengan IoT adalah segala sesuatu hal yang ada hubungannya dengan intenet. Seperti yang kita tahu penggunann intenet sudah semakin marak dan sekarang internet telah dirancang untuk membuat suatu objek dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

Secara sederhana, Internet of Things merupakan suatu perangkat yang terdiri dari sebuah sensor, smartphone dan wearable yang dapat dihubungkan secara bersama-sama.

Dengan menggabungkan beberapa perangkat ini pada sistem otomatis, maka alat ini akan memudahkan kalian dalam mengumpulkan infornasi, menganilisinya dan memberikan solusi. Alat ini bisa digunakan untuk membantu seseorang yang memiliki tugas tertentu.

“Ini semua hanya tentang jaringan, tentang perangkat dan juga data” Begitulah kata Caroline Gorski, seorang kepala IoT di Digital Catapult. IoT memungkinkan perangkat berada pada koneksi internet pribadi agar bisa saling berkomunikasi dan hanya menggunakan sistem Internet of  Thing itu bisa diwujudkan.

Ini akan memberikan kesempatan bagi perangkat untuk saling berkomunikasi, tidak hanya pada satu perangkat, tapi pada berbagai jenis perangkat dan ini akan menciptakan dunia yang saling terhubung.

Kevin Ashton Adalah Orang Yang Memiliki Ide Ini

Pada awalnya ide untuk pembuatan IoT pertama kali dikeluarkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya. Kini telah ada banyak perusahaan besar yang mulai ikut mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle dan juga banyak lagi lainnya.

Banyak yang memprediksikan kalau IoT ini nantinya adalah “The next big thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena IoT telah menawarkan banyak potensi yang bisa dikembangkan kembali.

Contoh dari implementasi dari Internet of Things misalnya adalah kulkas yang bisa memberitahukan  pemiliknya via SMS atau email kalau makanan dan minuman apa saja yang sudah habis dan harus distok lagi. Wah kulkas aja bisa kasih kabar ya.

Bagi para pengembang, kini banyak perusahaan yang telah menyediakan berbagai macam program untuk membantu pengembang dalam mengembangkan produk berbasis Internet of Things ini. Salah satu yang menyediakan program ini adalah Intel dengan IoT Developer Program mereka.

Potensi IoT di Indonesia

Selain memiliki populasi lebih dari 261 juta jiwa, Indonesia saat ini berada diurutan ke-4 di dunia dengan jumlah sekitar 338 juta pelanggan seluler, di bawah urutan Amerika yang memiliki jumlah pelanggan seluler sekitar 382 juta. ‘

Jumlah ini juga menyatakan bahwa banyak diantara penduduk Indonesia yang menggunakan lebih dari satu selular sebagai alat kebutuhan komunikasi dan informasi mereka. Jumlah yang luar biasa tersebut diharapkan menjadi potensi bagi Indonesia agar dapat menjadi pemain utama di Asia Tenggara dalam pertumbuhan IoT.

Dalam keterangan pers pada acara “Mendorong Terbentuknya Regulasi dan Standarisasi dalam Menata Ekosistem IoT” yang diadakan oleh Indonesia Technology Forum dan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, serta beberapa perwakilan dari pakar dan pengusaha teknologi, memprediksi bahwa pasar IoT di Indonesia telah mencapai Rp 444 triliun pada 2022, di mana akan ada lebih dari 400 juta perangkat sensor terpasang. Amazing…..

Jika dirinci lebih lanjut, maka angka tersebut mencapai sekitar Rp 192,1 triliun dari konten dan aplikasi, lalu Rp 156,8 triliun dari platform, Rp56 triliun dari perangkat IoT, serta Rp 39,1 triliun dari network dan gateway.

Bergejolaknya semangat daerah-daerah di Indonesia yang ingin menjadikan kotanya lebih maju dengan menerapkan konsep smart city akan turut memberikan pengaruh yang luar biasa dalam upaya penyerapan dan penggunaan teknologi IoT.

Seperti yang kita lihat, mulai dari Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Surabaya, Bali dan beberapa kota besar lainnya sudah lebih dahulu menerapkan sejumlah platform smart city yang akan memudahkan penduduknya dalam lingkup seperti kepegawaian, kesehatan, pendidikan, kependudukan, pariwisata, pertanian dan pencegahan jika akan terjadi bencana.

Macam-Macam Alat Yang Menggunakan Sistem IoT

Di dunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin, apalagi ditambah dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang. Ada beberapa alat yang dirancang dengan menggunakan sistem IoT untuk dapat berkomunikasi dengan manusia.

Nah, ini dia beberapa alat yang memakai sistem IoT.

Canary Smart Security System

Di masa lalu, detektor gerakan adalah tentang perangkat yang paling canggih yang dapat kalian gunakan untuk menjaga rumah lebih aman dari penyusup dan ini lebih keren dari cctv. Sebagai contoh, Canary menggabungkan video, audio, deteksi gerak, night vision, sirene dan kualitas udara, suhu dan sensor kelembaban dalam satu perangkat yang dapat kalian kontrol dari ponsel kalian sendiri.

Piper adalah sistem yang akan berfungsi sebagai sistem keamanan dan memiliki perangkat monitoring rumah dan ini juga dapat berfungsi sebagai pembicara, kalian akan tetap dapat mendengar pembicaaran siapapun meskipun kalian tidak berada dirumah.

Automatic Car Tracking Adapter

Sampai saat ini, contoh dari internet mengenai perangkat ini difokuskan pada rumah tapi IOT mencapai jauh melampaui dinding rumah kalian. Aplikasi Automatic misalnya yang menggunakan trek informasi tentang mobil yang menggunakan adaptor dalam mobil.

Alat ini dapat melacak hal-hal seperti jarak tempuh, waktu, biaya bahan bakar, efisiensi bahan bakar, lokasi dan status pengapian. Hal ini dapat dihubungkan dengan aplikasi lain, sehingga ini akan membuat lebih bermanfaat untuk kita.

Dash adalah sebuah alternatif untuk Automatic yang dapat memberikan informasi yang sama dan menghitung secara keseluruhan “Dash skor” dapat membantu kalian dalam meningkatkan kenyamanan saat mengemudi. Banyak kendaraan armada yang mendapatkan kemampuan IOT sehingga mereka dapat dipantau dan dibuat lebih efisien, juga.

Kolibree Smart Tooothbrush

Tentu saja, IOT telah meluas ke hal-hal yang jauh lebih kecil dari seluruh pengaturan rumah pintar. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah Kolibree, sikat gigi pintar. Kolibree dapat terhubung ke smartphone dan ini akan mendorong kebiasaan menyikat gigi yang baik untuk anak-anak dan orang dewasa.

Hanya dengan memutar cara menyikat gigi ke dalam bentuk permainan dan menyimpan data pada ponsel, ini dapat menyimpan kebiasaan menyikat gigi kalian. The Kolibree belum mengirimkan data ini ke dokter gigi, tetapi ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi kalian!

Manfaat Dari Penggunan Sistem IoT

Mungkin masih ada banyak yang belum mengetahui apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari sistem pemasangan IoT. Berikut ini adalah daftar beberapa keuntungan yang ditawarkan IoT kepada kita.

Peningkatan Keterlibatan Pelanggan – Dalam analisis yang dilakukan saat ini, masih ada saja menderita kebutaan dan kekurangan tentang teknologo. Dan akhirnya IoT sepenuhnya mengubah ini untuk mencapai keterlibatan yang lebih kaya dan lebih efektif dengan pelanggan.

Optimalisasi Teknologi – Teknologi dan data yang sama akan meningkatkan pengalaman pelanggan dan juga meningkatkan penggunaan perangkat dan ini akan membantu perbaikan teknologi yang lebih manjur. IoT juga akan membuka dunia data fungsional dan lapangan kritis.

Mengurangi Limbah – IoT dapat membuat area perbaikan menjadi lebih jelas. Analisis saat ini hanya memberi kita wawasan yang dangkal, namun IoT lebih menyediakan informasi dunia nyata yang mengarah pada pengelolaan sumber daya yang lebih efektif.

Enhanced Data Collection – Kumpulan data modern memiliki keterbatasan dan desain untuk penggunaan juga masih pasif. IoT telah berhasil memecahnya dari ruang-ruang itu dan menempatkannya persis di dekat kehidupan manusia benar-benar ingin pergi untuk menganalisis dunia . Hal ini memungkinkan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang segala hal.

Wah, ternyata sistem IoT ini benar-benar canggih ya. Ntar mimin juga mau lah pasang yang beginian. Gimana apa kalian juga mau?