Selain Pada Bulan, “Gerhana” Matahari Juga Menarik Untuk Kita Simak

Akhir-akhir ini kita mendapati sebuah berita yang bisa dibilang sangat menarik. Berita yang dimaksud tersebut adalah mengenai terjadinya gerhana bulan pada tanggal 31 Januari 2018 yang jatuh pada hari Rabu. Gerhana bulan bisa dibilang merupakan fenimena alam yang langka karena jarang sekali terjadi. Itulah mengapa banyak sekali orang yang antusisa untuk ikut menyaksikan fenomena tersebut.

Namun, selain fenomena alam yang berupa gerhana bulan, terdapat satu lagi fenomena alam yang tidak kalah hebatnya. Fenomena yang terjadi juga merupakan gerhana, namun bukan pada bulan. Fenomena tersebut adalah gerhana matahari. Beberapa waktu yang lalu gerhana matahari total pernah terjadi di Indonesia dan tentunya kita semua masih ingat bagaimana antusias masyarakat untuk menyaksikan fenomena menakjubkan tersebut.

Nah, mungkin sebagian dari kita sudah banyak yang mengetahui hal mengenai gerhana bulan. Tapi bagaimana dengan gerhana matahari? Untuk itu, yuk kita bahas kupas tuntas hal-hal apa saja yang bisa kita ketahui mengenai gerhana matahari ini.

Apa Itu Gerhana Matahari

Gerhana matahari merupakan suatu keadaan yang dimana pada saat bersamaan bulan menutupi matahari dan pada saat itu juga keadaan bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus sehingga menyebabkan bulan yang berada di tengah seakan akan menutupi matahari. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Pada saat terjadinya gerhana matahari, keadaan bumi yang tadinya terpapar oleh sinar matahari berubah menjadi gelap sementara sampai selesainya gerhana tersebut.

Tapi terjadinya fenomena gerhana matahari ini biasanya hanya akan terjadi di beberapa wilayah tertentu dan kondisi dimana bulan menutupi matahari ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Walaupun fenomena gerhana matahari ini terjadi hanya beberapa menit saja, namun momen berharga seperti ini seringkali disambut meriah oleh banyak orang. Hal ini karena orang-orang hanya akan menemukan gerhana matahari ini sekitar puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. Gerhana matahari merupakan momen langka yang selalu disambut meriah oleh siapa saja yang akan melihatnya.

Pada saat berlangsungnya gerhana matahari, kita yang menyaksikannya tidak diperbolehkan untuk melihat matahari secara langsung, karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada retina mata akibat radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Untuk itu, kita diharuskan memakai kacamata anti ultraviolet yang memenuhi standar atau dengan menggunakan teleskop binokular yang di desain khusus untuk melihat gerhana.

Jenis – Jenis Gerhana Matahari

Seperti yang sudah dijelaskan pada pembuka tadi, beberapa waktu lalu kita sempat menyaksikan fenomena gerhana matahari. Dan fenomena gerhana matahari yang terjadi pada waktu itu disebut dengan gerhana matahari total. Namun ternyata, gerhana matahari bukan hanya gerhana matahari total saja. Sejauh ini yang diketahui gerhana matahari ternyata memiliki macam-macam jenis. Berikut ini adalah penjelasannya.

Gerhana Matahari Cincin

Yang pertama dan mungkin yang paling menakjubkan untuk disaksikan adalah Gerhana Matahari Cincin. Gerhana Matahari cincin terjadi karena ukuran bulan yang nampak dari bumi lebih kecil dari ukuran matahari. Hal ini mengakibatkan tidak semua cahaya dihalangi oleh permukaan bulan. Bayangan yang menimpa bumi hanya sebagian saja. Gerhana matahari cincin ini terjadi ketika jarak bayangan bulan ke permukaan bumi berada di titik terjauhnya. Akibatnya, bayangan inti bayangan bulan atau daerah umbra tidak dapat mencapai bumi. Gerhana ini terjadi pada permukaan bumi yang terkena lanjutan bayang-bayang inti.

Pada tahapan gerhana matahari cincin ini, piringan bulan terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan piringan matahari. Bulan yang seharus nya membentuk bayangan sebuah “titik” dipermukaan bumi tidak dapat membentuk bayangan “titik” melainkan bayangan “titik yang kabur” karena jarak bulan dan bumi pada saat puncak gerhana terjadi terlalu jauh. Jadi, saat piringan bulan terletak atau berada tepat di depan piringan matahari, maka piringan matahari yang tidak tertutup piringan bulan ini akan menjadikan keduanya terlihat seperti cincin yang bersinar. Inilah alasan mengapa gerhana jenis ini disebut sebagai gerhana matahari cincin.

Gerhana Matahari Total

Berikutnya adalah gerhana yang menyebabkan matahari menjadi tertutup sepenuhnya atau biasa kita menyebutnya dengan Gerhana Matahari Total. Gerhana matahari total ini terjadi ketika cahaya matahari benar-benar tertutup dengan sempurna oleh bayangan dari bulan. Di langit hanya akan terlihat keadaan matahari yang menjadi bulatan hitam tanpa ada celah cahaya sedikit pun. Pada saat itu kedudukan bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus. Fenomena gerhana matahari total seperti ini pastinya sangat jarang terjadi dan mungkin seseorang hanya dapat melihat gerhana ini sekali dalam seumur hidup.

Pada tahapan gerhana matahari total ini bisa terlihat bahwa piringan bulan atau matahari memiliki besar yang sama atau bisa juga piringan bulan lebih besar dibandingkan piringan matahari. Ukuran piringan keduanya pun dapat berubah-ubah. Akan tetapi hal ini juga tergantung pada jarak bumi dengan bulan atau jarak matahari dengan bumi. Gerhana total hanya dapat dilihat dari daerah permukaan bumi yang terkena bayangan umbra. Gerhana total sangat jarang terjadi.

Gerhana matahari total merupakan sebuah pemandangan indah tetapi juga berbahaya bagi mata manusia. Meskipun fenomena yang satu ini terbilang langka atau jarang terjadi, jangan pernah memaksakan diri untuk melihat gerhana ini dengan mata telanjang. Karena hal tersebut sangat berbahaya, untuk melihatnya sebaiknya melalui pengamanan alat khusus ataupun melalui rekaman.

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sebagian terjadi saat bayangan dari bulan tidak benar-benar membuat permukaan bumi jadi gelap sempurna. Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana matahari sebagian terjadi, ketika Bumi berada pada daerah bayangan penumbra Bulan. Pada saat kejadian ini, masih ada bagian matahari yang terlihat terang.

Gerhana Matahari Hibrid

Untuk jenis gerhana yang satu ini bisa dikatakan adalah gerhana yang paling jarang sekali terjadi selama ini. Gerhana matahari hibrida adalah gerhana yang bergeser dari gerhana matahari total ke gerhana matahari cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebgai gerhana matahari total, sementara pada titik- titik lain muncul sebagai gerhana matahari cincin.

Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Sebagian besar dari kita pastinya sudah tahu seperti apa gerhana matahari itu. Namun, pastinya juga sebagaian dai kita ada yang masih belum tahu bagaimana proses terjadinya gerhana matahari itu sendiri. Nah, ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang bagaimana proses terjadinya gerhana matahari ini. Berikut adalah penjelasannya.

  • Terjadi Karena Adanya Bayangan Bulan

Ketika kita hendak melihat gerhana Matahari, kita harus berada di dalam area jalur bayangan bulan, yang mana jalur bayangan bulan tersebut memiliki 3 bagian yang berbeda. Bagian pertama yaitu, umbra. Umbra adalah bayangan tergelap dari 3 bagian bayangan Bulan. Wilayah Bumi yang dilalui oleh jalur bayangan umbra akan melihat gerhana total. Pada saat itu, piringan Matahari tertutupi sepenuhnya oleh piringan Bulan.

Kemudian kita lanjutkan dengan bagian kedua adalah penumbra. Penumbra adalah bayangan Bulan yang berada pada bagian luar. Wilayah yang dilalui jalur penumbra akan melihat gerhana Matahari parsial (sebagian) dan langit tidak akan gelap seperti layaknya yang terjadi pada gerhana Matahari total.

Dan bagian ketiga adalah antumbra. Antumbra merupakan Antumbra adalah wilayah pada bayangan gerhana Matahari di mana Bulan yang menutupi sepenuhnya terlihat di dalam cakram sumber cahaya (matahari). Seorang pengamat yang berada di wilayah antumbra sepenuhnya akan melihat peristiwa gerhana cincin. Kata Antumbra berasal dari bahasa latin yaitu ante artinya “sebelum” dan umbra artinya “bayangan”.

  • Terjadi Pada Saat Fase Terjadinya Bulan Baru

Salah satu syarat yang harus ada supaya gerhana Matahari dapat terjadi, Matahari, Bulan dan Bumi harus berada pada posisi sejajar dalam satu garis lurus yang sempurna. Posisi sejajar itu sering disebut oleh para astronom sebagai Syzygy. Posisi seperti ini hanya bisa terjadi pada fase Bulan Baru alias New Moon.

Meskipun posisi sejajar pada garis lurus tersebut hanya akan terjadi saat fase Bulan Baru, sayangnya hal itu tidak membuat gerhana Matahari terjadi setiap bulan kalender. Hal ini bisa terjadi alasannya adalah karena bidang jalur orbit Bulan mengelilingi Bumi cenderung miring pada sudut 5° ke bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (ekliptika).

Dengan alasan ilmiah tersebut ada saatnya meski Matahari-Bulan-Bumi segaris lurus, namun posisi Bulan terlalu ke atas atau ke bawah dari orbit Bumi (karena miring 5°). Sehingga pada waktu-waktu tersebut, Bulan dan Matahari tidak selalu segaris lurus pada fase Bulan Baru.

  • Gerhana Memiliki Musim

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, posisi Matahari-Bumi-Bulan harus berada pada posisi Sygyzy, sehingga dapat membentuk garis lurus yang sempurna dengan Bulan berada di tengah antara Matahari dan Bumi. Keselarasan ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun dan biasanya berlangsung rata-rata selama 34,5 hari. Periode ini biasa disebut dengan musim gerhana.

Selain itu, ada juga yang disebut dengan periode sinodis, yaitu periode dari satu fase Bulan Baru ke fase Bulan Baru berikutnya. Periode ini kira-kira berulang tiap 29 hari sekali, bisa dibilang periode ini lebih pendek dari musim gerhana. Oleh karena itu, setidaknya akan ada satu Bulan Baru dan gerhana Matahari, serta satu Bulan Purnama dan gerhana Bulan selama musim gerhana. Periode sinodis juga berarti menunjukan bahwa gerhana Matahari dan gerhana Bulan cenderung muncul hampir berbarengan dalam satu bulan kalender, dengan gerhana Matahari yang selalu terjadi sekitar dua minggu sebelum atau setelah gerhana Bulan.

  • Berulang Setiap 18 Tahun

Perpotongan dua bidang Matahari dan Bulan agar sejajar pada Sygyzy tersebut membentuk garis nodal yang berputar ke arah barat dalam periode 18,6 tahun yang disebut periode nutasi Bulan. Kedudukan Matahari dekat sebuah titik nodal disebut musim gerhana (seperti yang dijelaskan di atas), yang berulang setiap 173,3 hari.

Kombinasi periode ini berulang setiap 18 tahun 11,3 hari yang disebut periode Saros. Setiap perulangan periode Saros, wilayah lintasan gerhana di Bumi akan bergeser tempatnya karena nilai periode saros tidak bulat. Jika musim gerhana pertama jatuh pada bulan Januari, gerhana Matahari dapat terjadi sebanyak 5 kali dalam satu tahun. Jumlah maksimum seluruh jenis gerhana dalam satu tahun dapat terjadi sampai 7 kali. Saat-saat terjadinya Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan dapat diperhitungkan jauh-jauh sebelumnya, karena sistem pergerakan Bumi mengitari Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi telah diketahui.

Dampak Terjadinya Gerhana Matahari

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gerhana matahari memiliki beberapa dampak yang bisa dibilang merupakan dampak negatif. Salah satu contohnya adalah mata kita akan mengalami gangguan jika kita melihat matahari secara langsung. Selain itu, dampak lainnya adalah titik dimana gerhana matahari terjadi akan mengalami kegelapan pada saat berlangsungnya gerhana matahari. Walaupun terbilang sebentar karena berlangsung hanya beberapa menit, pastinya kita akan merasakan kegelapan akibat terjadinya gerhana, apalagi jika yang terjadi adalah gerhana matahari total.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif maupun positif yang terjadi akibat dari gerhana matahari.

  • Membuat Mata Jadi Rusak

Seperti yang sudah dijelaskan, gerhana matahari bisa membuat mata kita menjadi rusak. Alangkah lebih baik untuk jangan melihat gerhana matahari secara langsung atau tanpa menggunakan pelindung mata yang berfilter khusus karena retina mata akan mengalami kerusakan permanen karena tertembus radiasi kuat yang kasat mata yang sebenarnya terpancar dari fotosfer (infra merah) dari cahaya matahari itu sendiri. Bisa juga melihat dengan cara tradisional yang aman yaitu melihat gerhana dengan mengunakan air pada ember/baskom lebar.

  • Keajaiban Alam Yang Jarang Terjadi Namun Bisa Kita Saksikan

Kita semua tahu kalau gerhana merupakan suatu fenomena alam yang menkajubkan namun jarang terjadi. Hal itu karena untuk berada pada satu posisi garis lurus yang sejajar pada bui, bulan dan matahari membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, bisa melihat salah satu fenomena alam yang menakjubkan ini adlaha salah satu dampak positif yang bisa kita nikmati dengan adanya gerhana matahari ini. Gerhana matahari adalah peristiwa yang menakjubkan karena hanya bisa terjadi pada kurun waktu 18 bulan atau 1,5 tahun sekali namun hanya pada negara ataau wilayah tertentu saja. Kita juga beruntung karena pernah menyaksikan gerhana matahari total.

Gerhana matahari total yang dapat dilihat oleh manusia dibumi secara serentak hanya bisa terjadi selama 375 tahun sekali, namun hanya bisa disaksikan hanya dalam waktu yang sangat singkat yaitu tidak lebih dari 7 menit 60 detik. Setelah itu matahari akan berada pada kondisi yang normal dan bulan telah lenyap meninggalkannnya. mengapa tidak bisa lebih dari 7 menit? Karena bumi terlalu cepat berjalan ketika mengitari matahari sehingga waktu gerhana matahari terjadi tidak mungkin waktu yang berlangsung melebihi 7 menit 60 detik.

  • Menurunkan Suhu Sebanyak 3 Persen

Ketika gerhana matahari terjadi hampir semua manusia tidak ada yang menyadari bahwa telah terjadi penurunan suhu udara sebanyak 3 persen dan uniknya hanya para hewan yang dapat merasakan dan mengetahuinya 5 menit sebelum suhu udara benar benar menurun. Suhu menurun dapat terasa jika kita benar benar teliti dan mencoba untuk bisa memahaminya yaitu udara sekitar menjadi lebih teduh, lebih sejuk, hembusan angin sedikit kencang, awan nampak bergumpal lebih tebal dan padat dan terjadi kegelapan langit namun dibeberapa wilayah yang tidak mengalami gerhana matahari total maka didalam kegelapan yang terjadi, kondisi alam tetap saja terasa terang.

Bagaimana Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Dengan Aman

Seperti yang sudah dijelaskan, menatap atau melihat gerhana matahari secara langsung dengan mata telanjang adalah hal yang sangat dilarang dan tidak dianjurkan untuk dilakukan. Hal tersebut membuat banyak orang semakin penasaran dan tetap ingin melihat gerhana matahari secara langsung walaupun sudah diperingatkan. Tapi, ada cara aman yang bisa dilakukan untuk menyaksikan gerhana matahari secara langsung. Berikut penjelasannya.

  • Menggunakan Kacamata Khusus

Salah satu cara yang paling mudah yang bisa dilakukan untuk melihat gerhana matahari secara langsung adalah dengan menggunakan kacamata khusus yang memang dibuat untuk dapat digunakan melihat gerhana matahari. Kacamata khusus ini sering disebut juga dengan Kacamata Anti Radiasi. Kacamata anti radiasi ini merupakan kacamata yang memang dirancang secara khusus untuk mengamankan mata agar tidak terkena radiasi dari sinar matahari secara langsung.

Kacamata-kacamata seperti ini bisa kita dapatkan di toko-toko tertentu. Biasanya toko yang menjual kacamata jenis ini adlaah toko-toko buku. Tapi, kita juga bisa mendapatkan kacamata anti radiasi ini secara gratis yang dibagikan oleh bebebrapa lembaga maupun komunitas atau bahkan pemerintah yang menyelenggarakan acara nonton bersama gerhana matahari di suatu tempat tertentu.

Biasanya, pada event atau acara yang diselenggarakan untuk melihat gerhana matahari secara langsung bersama-sama, pihak panitia atau lembaga pemerintah setempat akan membagi-bagikan kacamata anti radiasi ini secara gratis. Tapi perlu diingatkan, jangan mencoba untuk melihat gerhana matahari ini dengan menggunakan kacamata hitam.

Walaupun pada dasarnya kacamata hitam memang dirancang sebagai anti radiasi dari sinar matahari, namun ternyata hal tersebut tetap tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk digunakan melihat gerhana matahari secara langsung. Jika kita hanya memakai kacamata hitam biasa, sinar matahari masih bisa menembus masuk karena sinar matahari ini bersifat kuat. Maka dari itu hindarilah melihat gerhana matahari ini jika hanya bermodalkan kacamata hitam biasa, karena hal ini akan menimbulkan kerugian pada diri sendiri.

  • Menggunakan Teleskop

Cara melihat gerhana matahari yang aman selanjutnya adalah dengan menggunakan teleskop. Secara umum, teleskop merupakan sebuah alat yang biasa digunakan untuk melihat bitang- bintang yang ada di langit. Dalam kaitannya dengan gerhana matahari, teleskop ini juga bisa digunakan untuk melihat gerhana matahari, namun tentunya tidak sembarangan dan harus dengan trik khusus. Jangan melihat gerhana matahari melalui teleskop dengan meneropong langsung menggunaka mata telanjang kita, karena hal yang demikian itu malah justru akan berbahaya bagi mata kita dan menyebabkan terganggunya kesehatan mata kita.

Namun cara yang dapat digunakan secara aman dan juga nyaman adalah dengan memproyeksikan cahaya dari teleskop ke suatu bidang rataberwarna putih, sperti misal kertas putih ataupun papan berwarna putih. Nah, dari sinilah kita dapat melihat proses terjadinya gerhana matahari dengan aman tanpa merusak mata.

  • Melihat Gerhana Matahari Melalui Siaran Televisi

Cara berikutnya ini bisa dibilang cara yang paling aman dan sekaligus juga bisa dikatakan yang paling nyaman untuk dilakukan, yaitu dengan menyaksikan gerhana matahari melalui siaran televisi. Bayangkan saja, kita bisa melihat gerhana matahari sambil bersantai tanpa harus beramai-ramai bahkan sampai berdesak-desakkan hanya untuk melihat fenomena alam ini. Hal seperti itu tidak akan kita rasakan jika kita melihatnya melalui siaran yang ada di televisi.

Biasanya, pada saat-saat terjadinya fenomena seperti ini, hampir semua stasiun televisi akan berlomba-lomba untuk menyiarkan secara langsung kejadian langka ini. Sehingga kita sebagai pemirsa justru dapat melihat siaran stasiun mana saja yang menjadi favorit. Selain itu, keuntungan lain yang didapat dari cara ini adalah kita bisa melihat atau mengetahui kondisi atau tempat yang paling jelas terjadinya gerhana matahari tersebut jika di daerah kita tidak terlalu terlihat.

Mitos Seputar Gerhana Matahari Yang Ada Di Dunia

Ternyata, selain dikenal sebagai fenomena langka yang menakjubkan ternyata gerhana matahari juga banyak dikaitkan dengan hal-hal yang bisa dibilang berbau mitos. Tidak hanya di Indonesia, mitos mengenai gerhana matahari ini juga terjadi di berbagai belahan dunia.

  • Matahari Dimakan Oleh Betara Kala (Indonesia)

Di Indonesia, khususnya di daerah tanah Jawa ada mitos mengenai gerhana matahari. Dalam mitos Jawa, dikatakan kalau fenomena ini terjadi saat raksasa Betara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang Surya atau dewa matahari. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gerhana. Di masyarakat Jawa, ketika fenomena gerhana matahari terjadi maka wanita hamil harus masuk rumah. Anak-anak kecil diharuskan masuk rumah untuk menghindari murka Betara Kala. Dan hingga kini di beberapa wilayah mitos ini masih dipegang teguh.

  • Naga Yang Memakan Matahari (China)

Pada masa China Kuno, gerhana matahari juga menjadi objek penelitian. Meski begitu ternyata masyarakat China lebih mempercayai mitos tentang fenomena gerhana matahari. Astrolog China bahkan juga pernah menulis tentang gerhana yang terjadi 4000 tahun yang lalu. Sejarawan dan astronom percaya bahwa gerhana itu terjadi tepat pada tanggal 22 Oktober 2134 SM.

Masyarakat China pada masa itu percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, dua astrolog pada saat itu, Hsi dan Ho, dieksekusi mati karena gagal dalam memprediksikan waktu terjadinya gerhana ini. Untuk menakuti naga ini, warga lalu membunyikan suara-suara keras seperti petasan. Dan hingga saat ini hal itu masih dilakukan.

  • Gerhana Matahari Menyebarkan Racun (Jepang)

Negara Jepang yang merupakan negara adidaya di Asia yang juga dikenal sebagai negara maju juga punya mitos tentang fenomena gerhana matahari. Masyarakat Jepang dulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah atau pagebluk yang sangat berbahaya. Ketika gerhana matahari terjadi, orang Jepang percaya sedang ada racun yang sedang ditebarkan. Matahari yang tertutup dan membuat gelap sesaat itu diyakini sebagai racun yang disebar Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

  • Setan Yang Memakan Matahari (India)

Mitos mengenai gerhana matahari di India juga ramai dibicarakan saat negeri itu mengalami gerhana matahari total, Rabu 28 Juli 2009. Pada saat itu, para ahli nujum India memprediksikan, kekerasan dan kekacauan akan melanda seluruh dunia karena kepercayaan tahayul mereka sebagai akibat dari gerhana matahari total.

Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu yang diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil disarankan tetap berada dalam rumah selama gerhana berlangsung untuk menghindari bayi mereka terlahir tak cacat. Doa-doa, puasa dan mandi ritual dianjurkan untuk dilakukan di sungai-sungai suci. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana tersebut.

  • Dewa Matahari Yang Melawan Ular Laut (Mesir Kuno)

Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu Ra. Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit. Ketika malam hari, Ra kembali ke barat lewat jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang sudah mati.

Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya. Letak bahaya dari perjalanan Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra, walaupun pada akhirnya Ra, dewa Matahari berhasil meloloskan diri dan matahari kembali bersinar.

Demikianlah ulasan mengenai gerhana matahari. Semoga kita bisa menyaksikan lagi fenimena menakjubkan yang satu ini ya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.