Pengertian Erosi, Penyebab Serta Cara Mengatasinya

Pepohonan ada untuk kita manfaatkan memenuhi kebutuhan bersama bukan untuk memenuhi nafsu serakah yang ada di dalam hati pribadi. Ketika kita memanfaatkan pohon yang fungsinya banyak ini (jadi bahan bangunan atau furniture) secara berlebihan maka pembalakan akan terjadi secara besar-besaran. Akibatnya tanah-tanah menjadi gundul sehingga erosi bisa terjadi dengan mudah saat turunnya hujan.

Terjadinya erosi bisa berdampak positif dan juga bisa berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Hal ini biasanya tergantung dimana terjadinya erosi. Jika erosi terjadi di lingkungan yang padat akan pemukiman manusia tentunya dampak yang terjadi merupakan dampak negatif.

Pada dasarnya sebuah erosi merupakan suatu kejadian alam yang murni atau alami. Tetapi semakin berkembang dan majunya zaman, manusia-manusia di bumi ini turut berperan atas terjadinya erosi ini. Aktifitas manusia yang kurang baik dalam menyikapi bumi seperti penggundulan hutan, pengelolaan lahan yang buruk membuat meningkatnya erosi yang terjadi menjadi lebih tinggi.

Saat jumlah penduduk meningkat seiring dengan modernisasi maka sudah saatnya pembangunan perumahan dilakukan secara vertikal. Penyebaran rumah secara horizontal hanya akan menghabiskan lahan-lahan untuk hutan dan memperpanjang akses masyarakat menuju ke pusat kota. Lagipula pembangunan rumah susun turut meningkatkan kemungkinan untuk bersosialisasi antar keluarga.

Bicara tentang erosi, sudah tahukah kita pengertian dari erosi tersebut? Apa saja penyebab terjadinya erosi? Bagaimana proses terjadinya? Untuk mengetahui proses terjadi dan penyebab erosi itu sendiri, ada baiknya jika kita simak secara bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Erosi

Erosi adalah proses pengikisan tanah lapisan atas oleh air atau angin. Proses erosi dapat menyebabkan menurunnya produktivitas dan kesuburan tanah, mengurangi daya dukung tanah terhadap produksi pertanian, serta menurunkan kualitas kehidupan.

Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.

Erosi sebenarnya merupakan sebuah proses alami dan baik bagi ekosistem, tetapi kebanyakan kejadian erosi diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata kelola lahan yang bukuk, penggundulan hutan dan aktivitas merugikan lain.

Penyebab terjadinya erosi dapat berupa faktor alamiah dan juga faktor non alami. Faktor alamiah adalah faktor yang sudah ada pada alam, sedangkan faktor non alami terjadi karena campur tangan manusia.

  • Faktor Iklim : Faktor iklim yaitu suatu faktor dari besar kecilnya suatu intesitas hujan, angin, badai, atau iklim lainnya yang terjadi dan menyebabkan terjadinya erosi.
  • Faktor Geologi : Faktor penyebab erosi yang ini contohnya seperti tipe sedimen, batuan, porositas, permeabilitas, kemiringan, jenis dan sifat tanah yang bersangkutan.
  • Faktor Biologis : Faktor biologis yaitu faktor dari makhluk hidup seperti perbuatan manusia yang kurang bertanggung jawab. Contohnya seperti penebangan hutan yang sembarangan.

Seperti yang sudah kita singgung di atas, bahwa erosi pada dasarnya sebuah proses kejadian yang alami dan baik untuk ekosistem. Namun, erosi bisa juga terjadi karena aktivitas manusia yang kurang baik dalam menyikapi bumi ini. Penebangan hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman pohon kembali sehingga dapat menyebabkan hutan gundul.

Konstruksi yang tidak tertata dengan baik. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertambangan, perkebunan, pertanian, maupun pembangunan jalan. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab erosi, kita simak secara bersama penjelasan beriku ini.

Penyebab Terjadinya Erosi

Tanah bisa mengalami kerusakan, bahkan tanah termasuk wujud alam yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu contoh kerusakan tanah adalah erosi tanah. Erosi tanah adalah tanah yang lapuk dan mudah mengalami penghancuran.

Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi disebabkan oleh kemunduran sifat–sifat kimia dan fisik tanah, yakni:

  1. Kehilangan unsur hara dan bahan organik.
  2. Menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air.
  3. Meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah.
  4. Serta berkurangnya kemantapan struktur tanah yang pada akhirnya menyebabkan memburuknya pertumbuhan tanaman dan menurunnya produktivitas.
  5. Alih fungsi hutan jadi lahan pertambangan, perkebunan, maupun pertanian, membangun jalan.
  6. Hutan yang telah beralih fungsinya menjadi berbagai lahan untuk bercocok tanam, pertanian, perkebunan dan lainnya menambah resiko erosi tanah dikarenakan tanaman yang dibudidayakan di lahan pertanian atau perkebunan memiliki akar yang lemah, sehingga tidak dapat menjaga struktur tanah tetap kuat.
  7. Aktivitas perladangan berpindah yang dilakukan dengan menebang hutan merupakan salah satu penyebab erosi tanah. Selain itu, perladangan berpindah juga sering menyebabkan kebakaran hutan dan tanah tandus, sehingga meningkatkan kerentanan tanah terhadap erosi.

Ada beberapa penyebab terjadinya erosi, yaitu berasal dari alam serta juga makhluk hidup disekitar seperti manusia itu sendiri. Dan berikut ulasannya:

1. Kondisi tanah

Faktor penyebab erosi yang pertama adalah kondisi tanah. Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi tanah yakni tekstur dan struktur tanah, banyaknya bahan organik di dalam tanah dan daya serap tanah terhadap air. Tanah dengan tekstur butiran halus adalah jenis tanah yang paling rawan terkena erosi.

Ini dikarenakan tanah pasir tidak menetap dan mudah hancur ketika terkena aliran air. Tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah dan kedap air juga mudah mengalami erosi. Sementara itu, tanah dengan tekstur yang berpasir tidak peka terhadap erosi karena ukuran partikelnya yang lebih besar sehingga tidak mudah terbawa oleh air.

Tanah yang berstruktur gumpalan atau membulat lebih tahan terhadap ancaman erosi karena dapat menyerap lebih banyak air dan mengurangi aliran permukaan. Tanah dengan kemampuan menyerap yang tinggi dan mengandung bahan organik dalam jumlah banyak juga lebih tahan terhadap erosi.

2. Air

Air menjadi bagian penting dari faktor penyebab erosi. Air yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah air sungai. Air sungai merupakan aliran air yang bergerak dalam jumlah yang banyak. Aliran air tersebut akan mengangkat partikel- partikel tanah sehingga terbawa menuju tempat dimana sungai itu bermuara. Faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan erosi air, antara lain:

  • Volume air sebagai tenaga utama dalam proses erosi (makin besar volumenya, makin kuat erosinya).
  • Kemiringan lereng (makin curam lerengnya, makin besar erosinya).
  • Keadaan vegetasi (makin lebat vegetasinya, makin kecil erosinya).

3. Angin

Penyebab erosi yang berikutnya adalah angin. Angin ini termasuk dalam faktor alam. Faktor ini hanya berlaku di daerah dengan tekstur tanah berpasir, misalnya di pantai atau di gurun.

Meski seringkali tak disadari, angin laut dapat mengangkat partikel-partikel tanah secara perlahan-lahan menuju ke tempat yang lain. Erosi yang disebabkan karena faktor angin disebut dengan deflasi. Deflasi dapat terjadi jika kekuatan angin cukup besar untuk memindahkan partikel- partikel tanah.

4. Gelombang Laut

Gelombang laut juga merupakan salah satu faktor penyebab erosi pantai atau abrasi pantai. Gelombang dengan tenaga yang sangat besar datagn dari arah laut kemudian menggempur pasir pantai. Ketika hal tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan erosi pantai.

Erosi oleh gelombang laut dapat dicegah dengan menabam pohon bakau, melestarikan hutan mangrove, melestarikan terumbu karang dan mengurangi kegiatan penambangan pasir.

5. Manusia

Proses terjadinya erosi juga bisa disebabkan oleh manusia. Bahkan manusia berperan dalam mempercepat laju erosi. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Tidak semua aktivitas manusia dapat menyebabkan terjadi percepatan laju erosi. Kegiatan manusia yang dapat menekan laju erosi diantaranya adalah kegiatan pertambangan dan ekspliotasi hutan.

Pertambangan yang melibatkan proses pengerukan tanah akan mengubah kontur tanah sehingga tanah lebih cepat mengalami erosi. Manusia seringkali mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan membangun infrastruktur tanpa melakukan analisis dampak terhadap lingkungan.

Hal ini lah yang membuat laju erosi tanah semakin cepat. Meski demikian, manusia sebagai makhluk tercerdas di bumi seharusnya bisa berperan dalam memperbaiki dan melestarikan lingkungan tempat hidupnya. Diantara kegiatan yang dapat menghambat laju erosi yakni penanaman kembali hutan yang gundul dan membuat terasering di daerah berlereng.

6. Gletser

Erosi yang disebabkan karena adanya faktor gletser disebut dengan erosi eksarasi. Seperti yang telah kita ketahui, gletser adalah es pada yang mencair. Bongkahan es besar yang mencair tersebut akan menghasilkan tekanan yang sangat besar.

Tekanan itulah yang menyebabkan terjadinya erosi, terutama pada setiap hal yang dilewati lelehan es tersebut. Karena disebabkan oleh es yang mencair maka erosi ini hanya terjadi di daerah yang bersalju dan memiliki bukit- bukit berupa es.

7. Vegetasi

Dapat menyebabkan terjadinya erosi. Misalnya, penebangan pohon yang tidak terkendali bisa menyebabkan terjadinya penggundulan hutan di daerah aliran sungai (DAS). Fungsi hutan adalah menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung ke tanah, menghambat aliran permukaan dan mempermudah resapan air ke dalam tanah.

Oleh karena itu, di wilayah-wilayah yang sudah gundul (tanpa hutan), air hujan langsung mengalir di permukaan tanah dan mengangkut material-material tanah yang dilaluinya.

8. Lereng

Besarnya erosi dipengaruhi oleh lereng. Semakin curam dan panjang suatu lereng, maka erosi akan semakin tinggi. Hal ini terjadi karena kecepatan aliran permukaan semakin meningkat, yang selanjutnya meningkatkan daya angkutnya terhadap partikel tanah yang telah hancur.

9. Iklim

Iklim ini berhubungan dengan intensitas hujan. Hujan mempunyai pengaruh besar pada proses terjadinya erosi tanah. Daerah dengan intensitas hujan yang tinggi sangat rawan mengalamai erosi tanah. Sebaliknya, tanah yang berada di wilayah dengan intensitas hujan yang rendah cukup aman dari bahaya erosi.

Perubahan iklim global atau yang sering disebut dengan pemanasan global. Meningkatnya suhu bumi menyebabkan mencairnya es di kutub. Ketika es di kutub mencair secara signifikan maka akan menyebabkan naiknya permukaan air laut sehingga akan menggerus daratan yang rendah seperti pantai. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya erosi di daerah pantai.

Pengaruh erosi pada kesuburan fisik tanah diantaranya adalah terjadinya penghanyutan partikel-partikel tanah, perubahan struktur tanah, penurunan kapasitas infiltrasi dan penampungan, serta perubahan profil tanah. Nah, pernah kah anda bertanya, bagaimana proses terjadinya erosi?

Proses Terjadinya Erosi

Pengiksan tanah bisa terjadi dengan sangat cepat dan juga lambat atau membutuhkan waktu yang lama. Proses terjadinya erosi ini tergantung dari jenis erosi, intensitas, dan juga kecepatan dari faktor penyebab erosi. Secara umum proses terjadinya erosi terbagi menjadi tiga yaitu detachment, tranportation, sedimentation.

1. Tahap Pemecahan (Detachment)

Detachment yaitu proses interaksi yang terjadi antara objek dalam bentuk padatan seperti tanah dan lainnya dan penyebabnya atau subyeknya adalah angin, air, gelombang laut atau subyek lainnya yang berbentuk selain padatan. Pada tahap ini faktor yang paling menentukan ialah energi kinetik hujan yang mampu memercikkan tanah dengan kekuatan dan jarak tertentu.

Pada daerah yang datar jarak percikan butir-butir tanah relatif dekat dan sama, sedangkan pada daerah yang berlereng jarak percikan butir-butir tanah ke arah bawah lereng lebih jauh dari pada ke arah atas lereng. Energi kinetik hujan dipengaruhi oleh massa butir air hujan, kecepatan jatuh dan intensitas hujan. Massa butir hujan tergantung dari diameter butir.

Jadi makin besar massa berarti makin banyak pula butir-butir tanah yang dilepaskan. Disamping itu dengan semakin besar intensitas hujan maka semakin banyak pula butir-butir tanah yang dilepaskan walaupun kecepatan jatuh dan diameter butir hujan sama.

2. Tahap Pengangkutan (Transportation)

Partikel kecil yang terlepas dari objek padatan tadi akan dibawa ke tempat lain dengan pengaruh pergerakan dari penyebab erosi tersebut, biasanya dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Setelah agregat tanah dipecahkan oleh butir-butir air hujan menjadi butir-butir tanah primer kemudian dipindahkan atau diangkut ke tempat yang lebih rendah oleh aliran permukaan.

Besarnya aliran permukaan adalah besarnya volume air melalui penampang tertentu dalam satuan waktu tertentu. Jumlah dan kecepatan aliran permukaan tergantung pada kemiringan dan panjang lereng. Ketika aliran permukaan melalui suatu lereng yang mempunyai kemiringan yang besar dan panjang maka kecepatan aliran semakin besar.

Kecepatan maksimum terjadi pada pertengahan lereng kemudian mengalami penurunan kecepatan di daerah kaki lereng yang landai dan datar. Kecepatan aliran mempunyai hubungan dengan besarnya atau partikel-partikel tanah yang terangkut ke tempat yang lebih rendah.

Dengan kondisi lereng yang sama, daerah erosi minimum merupakan daerah yang menunjukkan erosi minimum karena aliran permukaan belum banyak dan deras. Semakin cepat aliran permukaan maka semakin besar tenaga untuk melakukan pengrusakan muka tanah, sehingga daerah yang ada kecepatan aliran permukaan terjadi erosi sebanding.

3. Tahap Pengendapan (Sedimentation)

Sedimentation adalah proses pemadatan partikel-partikel yang sudah berpindah tempat atau berada di tempat baru. Pemadatan ini bisa menjadi partikel sama yang lebih besar atau menjadi gabungan dengan partikel lain di tempat baru.

Ketika hujan turun lagi maka endapan sementara tadi akan terangkut kembali menuju dataran yang lebih rendah. Proses pengendapan terakhir ini terjadi di kaki bukit yang relatif datar, daerah sungai dan waduk. Jika pengendapan terjadi di daerah sungai, maka partikel tanah dan unsur hara yang terlarut dalam aliran permukaan akan mengalir dan akan menyebabkan pendangkalan.

Nah, besar atau kecilnya terjadi erosi bergantung pada kuantitas suplai material yang terlepas dan juga kapasitas media pengangkutnya. Apabila media pengangkutnya memiliki kapasitas yang lebih besar dari suplai material yang terlepas maka proses erosi akan dibatasi oleh pelepasan (detachment limited).

Begitu juga sebaliknya apabila kuantitas suplai materi melebihi kapasitas maka proses erosi akan dibatasi oleh kapasitas (capacity limited). Mungkin jika kita selama ini melihat terjadinya erosi tidak sedetail sampai memperhatikan proses terjadinya, sehingga tidak tahu nama-nama proses atau tahapan tejadinya eosi tersebut.

Nah, selain proses terjadinya erosi, mungkin anda sekalian juga ada yang belom tahukan, kalau erosi memiliki beberapa dampak, untuk mengetahui dampak apa yang diberikan erosi, mari kita lanjut membaca ulasan dibawah ini.

Dampak Dari Erosi

Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnyakemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi).

Penurunankemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akanmeningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkanbanjir disungai.

Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan mempengaruhi kelancaran jalur pelayaran. Dampak erosi terhadap kehidupan manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu dampak negatif dan dampak positif.

1. Dampak Positif

Mungkin kebanyakan dari kita hanya memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh erosi, namun tahukan anda bahwa erosi juga memberikan dampak yang baik (positif) yakni :

  • Menambah kesuburan tanah pada daerah endapan. Tanah yang terkikis di daerah hulu sungai biasanya adalah tanah subur yang mengandung unsur-unsur hara, seperti N,P,K dan bahan organis. Unsur-unsur hara ini jika dibawa air ke daerah endapan dapat menyuburkan tanah.
  • Di dataran aluvial yang terdapat di muara sungai dan mempunyai stadium lanjut, dapat dijadikan sebagai lokasi permukiman. Contoh wilayah Tanjung Bunga di muara sungai Jeneberang (Sulawesi Selatan), merupakan hasil endapan erosi yang sekarang dijadikan lokasi permukiman penduduk.
  • Timbulnya inisiatif dan kesadaran, baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan konservasi terhadap lahan-lahan kritis melalui kegiatan penghijauan.

2. Dampak Negatif

Erosi juga berakibat pendangkalan muara sungai dan sekaligus mendangkalkan pelabuhan laut. Dangkalnya pelabuhan laut dapat berakibat kapal-kapal laut sulit merapat ke pelabuhan. Kondisi ini dialami pelabuhan-pelabuhan yang lokasinya di muara sungai, seperti pelabuhan Soekarno dan Hatta di Kota Makassar.

Pelabuhan ini terdapat di muara sungai Jeneberang (Sulawesi Selatan). Untuk memfungsikan pelabuhan diperlukan pengerukan yang membutuhkan biaya besar. Bhkan bukan hanya itu saja, dampak negatif yang ditimbulkan oleh erosi meliputi sebagai berikut:

  • Erosi menyebabkan berkurangnya produksi pertanian.
  • Erosi bisa berakibat hilangnya unsur-unsur hara di tempat terjadinya pengikisan tanah. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi tidak subur, sehingga produksi pertanian akan mengalami penurunan.
  • Erosi dapat berakibat pendangkalan waduk-waduk sungai sehingga berakibat kurangnya volume air di waduk tersebut.
  • Erosi juga dapat berdampak pendangkalan saluran-saluran dan pintu-pintu air irigasi. Kondisi ini menyebabkan debit air yang mengalir pada salurana dan pintu air akan berkurang.
  • Akibat erosi adalah robohnya bangunan-bangunan air seperti bendungan, pintu-pintu air, dan sebagainya. Untuk merehabilitasi bangunan-bangunan air tersebut diperlukan biaya besar.

Kerusakan lahan akibat erosi, akan merugikan masyarakat dan pemerintah. Kerugian ini disebabkan lahan tersebut sulit untuk ditanami dengan tanaman bahan makanan pokok. Pastinya kalau sudah berdampak negatif, bakalan merugikan kehidupan manusia, nah untuk itu pasti dibutuhkan pencegahan dong?

Cara Mengatasi Erosi

Beberapa kali dalam setahun kita seringkali mendengar terjadinya erosi tanah atau terjadinya tanah longsor. Ini terjadi terutama ketika musim hujan. Erosi ini dapat mengakibatkan beberapa hal buruk. Misalkan saja seperti merusak sesuatu yang tertimbun di bawah longsoran atau merusak tanaman-tanaman yang tumbuh di atas tanah yang terkena erosi.

Dampak yang bisa dirasakan akibat terjadinya erosi bisa menyebabkan kerugian material maupun non material yang cukup besar. Untuk itu, perlu adanya tindakan-tindakan untuk melindungi tanah dari terjadinya erosi, terutama di daerah perbukitan dan memiliki lereng-lereng yang curam.

Dengan upaya tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh subur, melindungi sumber-sumber air, serta dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Adapun cara untuk mencegah terjadinya erosi tanah adalah :

1. Membuat Terasering

Terassering merupakan salah satu bentuk pencegahan erosi yang paling sering dilakukan yakni dengan cara membuat teras demi teras seperti tangga pada lahan yang miring sehingga ketika turun hujan air tidak langsung hanyut begitu saja sehingga peluang terjadinya pengikisan tanah dapat di tekan seminimal mungkin.

Dengan membuat sistem lahan yang berteras seperti ini akan membuat tanah semakin stabil begitu juga sangat baik untuk tanaman yang tumbuh di atas tanah tersebut. Namun pembuatan terasering juga akan mempengaruhi lapisan atmosfer bumi karena akan membuat konservasi tanah yang akan merubah sedikit struktur pada tanah.

2. Membuat Countur Farming

Cara selanjutnya yang dapat dilakukan yakni “Countur farming” adalah sebuah sistem penanaman yang mengikuti garis kontur suatu tanah sehingga akar-akar tanaman akan semakin solid dan sanggup menahan tanah ketika terjadi hujan lebat.

3. Melakukan Konservasi Tanah

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi terjadinya erosi tanah adalah melakukan konservasi tanah.

Konservasi tanah merupakan serangkaian upaya untuk memperbaiki kualitas tanah dan juga strategi untuk mencegah dan menghambat proses terjadinya pengikisan tanah dan perubahan struktur bilogi serta kimiawi yang diakibatkan oleh kesalahan-kesalahan dalam pengolahan tanah. Kesalahan- kesalahan tersebut seperti pengasaman, salinisasi serta kontaminasi zat- zat yang berbahaya lainnya.

4. Mengoptimalkan Drainase

Tujuan dari metode ini adalah mengalirkan air yang tidak tertahan oleh vegetasi ke saluran buatan. Saluran ini kemudian mengarahkan air ke tempat yang lebih rendah tanpa risiko merusak tanah atau erosi.

5. Reboisasi

Langkah ini sangat signifikan. Dengan menanami kembali lahan gundul maka potensi erosi bisa ditekan seminimal mungkin. Langkah reboisasi ini juga harus bersinergi dengan pelarangan menebang pepohonan sembarangan utamanya di daerah yang rawan erosi.

Nah, guys sudah pahamkan apa yang dimaksud dengan erosi dan apa saja penyebab serta cara mengatasinya. Berdasarkan kesimpulan bahwa erosi adalah pengikisan tanah yang diakibatkan oleh air, angin, es dan gelombang laut. Tanah longsor yang baru-baru ini sering terjadi di negara kita disebabkan karena pengikisan tanah oleh air hujan sehingga tanah menjadi longsor.

Jika hal itu terjadi di daerah dekat dengan pemukiman penduduk akan berakibat fatal. Rumah penduduk tertimbun tanah sehingga dapat memakan korban jiwa. Cara menanggulangi erosi air adalah dengan cara membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring. Untuk itu demikianlah pembahasan pada hari ini dan sampai ketemu di artikel berikutnya.