Mengenal Jenis-Jenis Dan Proses Pembentukan Minyak Bumi

Bumi tidak hanya dianggap sebagai tempat tinggalnya berbagai macam mahkluk hidup, tetapi Bumi juga bisa memberikan banyak hal yang sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia. Salah-satu yang dihasilkan oleh Bumi untuk manusia adalah minyak bumi. Berbicara mengenai minyak bumi, ada beberapa jenis minyak bumi yang juga nantinya akan kita bahas. Sebelumnya itu, alangkah baiknya untuk kita mengetahui apa pengertian dari minyak bumi.

Minyak bumi adalah suatu cairan kental yang dianggap sebagai bahan bakar fosil dimana cairan tersebut bisa mengundang datangnya api alias sangat mudah terbakar. Mengapa ini dikatakan penting bagi kehidupan manusia? Karena minyak bumi dianggap sebagai sumber energi yang utama.

Minyak bumi juga dikatakan tersusun dari senyawa alkana. Dan penting untuk anda ketahui, minyak bumi yang telah ada atau tertimbun hingga jutaan tahun dalam kerak bumi berasal dari sisa tumbuhan dan hewan. Dari adanya tekanan dan suhu yang sangat luar biasa menjadikan apa yang tertimbun dalam kerak bumi hingga mencair maka terbentuklah minyak bumi.

Jenis-jenis Minyak Bumi

Nah, seperti yang kita tahu bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang keberadaannya sulit dicari. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Akan tetapi tingkat konsumtifitas dari tahun ke tahun semakin meningkat karena memang kebutuhan sehari-hari. Adapun jenis minyak bumi tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Bensin

Bensin atau yang bisa juga disebut sebagai gasoline adalah salah-satu jenis minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar. Sebelum diolah menjadi bensin, awalnya bensin berupa minyak mentah yang didapatkan melalui tahap distilasi. Kini, bensin yang dipakai oleh kendaraan sebagai bahan bakarnya ditentukan oleh oktan yang ada pada bensin tersebut. Ini artinya apabila bilangan oktan semakin tinggi, maka akan semakin terjamin kualitasnya.

2. Kerosin

Jenis minyak bumi yang lainnya adalah kerosin atau yang disebut-sebut sebagai minyak tanah. Ini juga jenis bahan bakar yang sudah terkenal sejak lama dan juga bisa didapatkan melalui proses distilasi dengan suhu sekitar 150-275 derajat Celcius. Pada saat ingin disebarkan ke masyarakat, sebelumnya minyak tanah akan diberikan warna tambahan dengan tujuan agar bisa membedakan yang mana minyak tanah dan yang mana air.

3. Premium

Premium dikatakan merupakan bagian atau penerus bensin yang juga memiliki bilangan oktan. Premium memiliki warna tersendiri antara jernih dan kekuningan. Bilangan oktan yang dimilikinya berkisar oktan 88. Jika bilangan oktan ditambah padanya, maka disebut sebagai pertamax plus.

4. Solar

Solar juga salah-satu jenis bahan bakar dimana untuk mendapatkannya juga melalui proses distilasi atau penyulingan. Sebagai bahan bakar utama, biasanya solar digunakan pada mesin diesel dengan warnanya yang tidak terlalu jernih dan agak sedikit kekuningan dan tidak gampang menguap disuhu normal.

Solar akan dikatakan berkualitas ketika melalui pengujian seperti pengujian kestabilan pada saat disimpan sesaui dengan waktu yang ditentukan, tingkat kekentalannya, kandungan sulfur dan lain sebagainya.

5. Avtur

Pernahkah anda mendengar yang namanya Avtur? Avtur adalah jenis bahan bakar yang biasa digunakan pada pesawat terbang. Bahan bakar tersebut hasil dari olahan minyak tanah yang mengandung energi lebih banyak dibandingkan dengan minyak tanah.

Dari energi yang dihasilkan inilah menjadikan sumber tenaga yang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pesawat. Tingkat kualitas avtur tergantung dengan kemurniannya, perubahan suhu dan juga proses pembakaran yang dilakukan.

6. Avgas

Selain Avtur, ada juga jenis lain yang mungkin terdengar sedikit asing dan itu adalah jenis bahan bakar Avgas. Walaupun kegunaannya hampir sama dengan Avtur yang sama-sama dapat digunakan oleh pesawat, namun sedikit perbedaan disini dimana Avgas hanya digunakan untuk jenis pesawat yang memiliki ruang untuk pembakaran serta piston. Avgas juga dapat dijadikan sebagai bahan bakar untuk pesawat tempur dan juga mobil balap.

Tidak seperti jenis bahan bakar yang lainnya, Avgas juga dikatakan hasil olahan bensin berdasarkan titik beku, titik nyala dan volality. Penting untuk anda ketahui, bahwa avgas juga terdiri dari timbal yang berguna untuk menghindarkan adanya masalah pada mesin pesawat dan mobil yang bertujuan untuk meningkatkan oktan.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, minyak bumi berasal dari hasil sisa-sisa tumbuhan maupun hewan yang tertimbun dalam kerak bumi hingga mengalami tekana panas bumi yang terjadi secara alami sekitar jutaan tahun yang lalu baik didasar laut maupun didarat. Dari kejadian tersebut, ini melibatkan bakteri dengan melakukan penguraian pada sisa-sisa tunbuhan dan hewan dengan menjadikannya senyawa hidrokarbon.

Dari proses tersebut, untuk mendapatkan hasil dalam bentuk minyak bumi, dikatakan akan terjadi dengan sangat lama. Maka dari itu dikatakan minyak bumi disebut sebagai sumber daya alam.

Berhubungan bakteri yang melakukan penguraian, hasil dari penguraian tersebut dikatakan akan membentuk cairan yang disebut sebagai minyak bumi hingga menjadi uapan berbentuk gas. Sesuai dengan letaknya yang berada jauh didalam lempeng bumi, minyak bumi dapat diambil dengan cara melakukan pengeboran. Dan juga dikatakan disini ada sebagian bangkai tumbuhan dan hewan yang menghasilkan minyak serta lilin.

Kedua hasil tersebut akan tinggal lebih lama dalam perut bumi hingga membentuk lumpur hingga menjadi bentuk batuan hingga mengakibatkan semakin dalam terkubur dalam perut bumi.

Sesuai dengan adanya tekanan serta panas bumi yang terjadi secara alami dan menyentuh batuan tersebut hingga panas, disitulah minyak akan dikeluarkan. Apabila batuan terkubur semakin dalam, maka akan menjadi sangat banyak minyak yang dihasilkan.

Dari kejadian tersebut, apabila lempeng bumi mengalami pergerakan, maka minyak yang dihasilkan juga ikut mengalami pergerakan. Dari adanya gerakan tersebut, minyak akan berkumpul kedalam batu kapur. Berdasarkan pergerakan yang dialami oleh lempeng bumi, maka perut bumi akan mendapatkan tekanan yang lebih besar hingga membuat minyak bumi akan bergerak keatas.

Jika ada minyak bumi yang terperangkap pada lapisan tanah yang tidak dapat dimasuki oleh air atau kedap air, maka daerah tersebut dinamakan cekungan atau antiklinal. Pada bagian bawah cekungan tersebut terdapat air tawar dan air asin dan pada bagian atasnya memiliki minyak bumi yang telah tercampur dengan gas alam. Jika jumlah minyak bumi dalam suatu cekungan dikatakan sangat banyak, pengambilan minyak bumi hanya bisa dilakukan dengan cara melakukan pengeboran.

Cara mendapatkan minyak bumi

Selain melakukan pengeboran untuk mengambil minyak bumi, ada juga beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencari keberadaan minyak bumi seperti yang ada di bawah ini.

1. Seismologi

Seismologi merupakan salah-satu cara untuk mendapatkan minyak bumi yang biasanya dilakukan dengan menggambarkan atau melukiskan keberadaan minyak yang ada di laut serta daratan. Untuk mengetahui keberadaan minyak bumi, ini menggunakan sinyal serta pendeteksi getaran.

Ini juga terdiri dari beberapa bagian tergantung tempat dimana ia dipakai seperti Thumper truck yang berguna dalam mencari minyak didaratan dan juga Compressed mencari keberadaan minyak dilaut dan juga menggunakan peledak.

2. Drilling and well construction

Berikutnya ada cara lain untuk mendapatkan minyak bumi yang diantaranya adalah dengan melakukan pengeboran. Biasanya dilakukan dengan menggunakan alat yang namanya rig. Kegunaan alat tersebut adalah membuat lubang sesuai pada titik sumber minyak. Dalam melakukan pengeboran, bisa saja mengalami tekanan yang tak terkendali dan perlu adanya sistem pengendali seperti pressure.

Pressure downhole dikatakan lebih besar dari pada pressure atmosferik dan agar seimbang, memerlukan mud sesuai dengan beratnya. Kemudian mud akan menghasilkan Hydrostatic pressure yang dapat menahan pressure dari dalam.

3. Well Logging

Ini juga bisa disebut sebagai proses pengeboran yang tahan terhadap tekanan dari pressure dan adanya suhu yang tinggi. Pada saat proses pengeboran dilakukan, ini akan mencari tahu keberadaan kandungan minyak, gas dan juga air.

4. Well Testing

Ini dianggap sebagai proses yang mencari tahu titik yang mengandung oil atau gas yang dilakukan dengan cara ditembak. Lalu minyak yang ada pada pori-pori batuan akan mengalir atau dialirkan ke tempat pressure. Kandungan bumi yang dikeluarkan terutama minyak akan diperhitungkan nilainya dan biasanya minyak diperhitungkan berapa barrel yang dihasilkan.

5. Well Completion

Pada saat melakukan proses well testing, Well Completion sangat penting digunakan untuk menyaring pasir yang bisa membahayakan atau mengakibatkan pecahnya pipa. Ini dikarenakan pergerakan pasir yang sangat cepat dari adanya tekanan.

6. Production

Setelah berhasil menemukan minyak dan menyedotnya, kemudian minyak akan disuling hingga terdapat beberapa jenis minyak seperti bensin, kerosin, minyak tanah, LPG, solar dan lain sebagainya.

Cara mengolah minyak bumi menjadi bahan bakar

Untuk mengolah hasil minyak bumi yang didapatkan menjadi bahan bakar, ada beberapa tahap yang biasanya dilalui adalah sebagai berikut.

1. Tahap Pertama

Tahap tersebut dianggap sebagai tahap primer dimana dengan tahap inilah minyak bumi akan dipisahkan berdasarkan faksinya. Faksi tersebut juga dibedakan tergantung dari titik didihnya. Apabila titik didihnya semakin tinggi, tekstur minyak bumi akan semakin mencair. Sebaliknya, jika titik didihnya semakin rendah maka akan berubah bentuk menjadi uap.

Dari proses tersebut, akan meningkatkan proses penyulingan dan ditempatkan ketempat berbentuk tabung besar. Disitulah akan mengalami faksi-faksi.

Pada tahap awal ini, uap yang dihasilkan akan masuk kedalam pipa dan pipa tersebutlah yang menghasilkan tiap faksi. Jika arah uap semakin keatas maka akan menghasilkan suhu yang rendah hingga menjadi gas karbon. Pada tahap pertama inilah terbagi 7 faksi seperti:

  • Faksi Pertama

Faksi yang pertama inilah disebut sebagai faksi ringan yang dengan menghasilkan suhu tidak melebihi 30 derajat celcius yang menghasilkan LNG dan LPG. Dikatakan disini, kandungan bahan tersebut adalah senyawa kimia pronana dan butana. Sedangkan LPG memiliki kandungan senyawa kimia metana dan etana.

  • Faksi Kedua

Dari tahap yang kedua ini dikatakan akan menghasilkan petroleim eter dengan suhu dari 30 derjat hingga 90 derajat celcius. Di tahap tersebut, akan menghasilkan senyawa campuran seperti alkana dan rantai CHH12 hingga C6H14.

  • Faksi Ketiga

Dan faksi yang selanjutnya adalah penghasil gasolin dengan suhu mulai dari 90 derajat hingga 175 derajat celcius. Dari senyawa campuran alkana juga akan menghasilkan senyawa kimia dengan rantai C5H14 hingga C9H20.

  • Faksi Keempat

Nafta merupakan hasil faksi yang berikutnya dengan suhu rata-rata dari 175 derajat hingga 200 derajat celcius yang dianggap sebagai bensin berat. Ini juga terdiri dari campuran alkana.

  • Faksi Kelima

Faksi yang berikutnya dikatakan menghasilkan kerosin atau yang dikenal sebagai minyak tanah yang menghasilkan suhu dari 175 derajat hingga 275 derajat celcius. Fakis ini juga terdiri dari campuran alkana dengan rantai C12H26 hingga C15H32.

  • Faksi Keenam

Selanjutnya adalah faksi yang bisa menghasilkan diesel atau minyak solar dengan suhu dari 250 derajat hingga 375 derajat celcius. Faksi tersebut juga terdiri dari campuran alkana dengan rantai C15H32 hingga C16H36.

  • Faksi Ketujuh

Ini adalah faksi yang juga menghasilkan sebuah materi dengan suhu yang sangat tinggi bahkan bisa melebihi dari 375 derajat celcius. Dari faksi tersebut terdapat 2 hasil seperti yang menguap dan yang tidak menguap. Yang menguap dikatakan terdiri dari pelumas dan parafin, sedangkan yang tidak menguap dikatakan terdiri dari aspal dan minyak bumi.

2. Tahap Kedua

Ini merupakan tahap yang sangat berhubungan dengan tahap yang pertama. Dari tahap tersebut dikatakan akan memproses kembali hasil senyawa dari tahap pertama hingga akan menghasilkan senyawa yang bermanfaat untuk menusia. Untuk kembali memproses hasil dari tahap yang pertama, biasanya dengan menggabungkan antara dua molekul. Dari tahap yang kedua ini juga terbagi menjadi 4 tahapan seperti:

  • Konversi

Seperti apa yang dikatakan, hasil dari senyawa kimia dari tahap pertama akan kembali diproses dengan 5 cara yang ada dibawah ini.

A. Alkalisasi. Ini merupakan proses menggabungkan 2 jenis hidrokarbon yang bisa menghasilkan bensin dan juga avgas.

B. Craking. Selanjutnya disebut sebagai proses pemecahan hidrokarbon dengan molekul yang kecil dari tekanan suhu tinggi. Dari proses tersebut dikatakan menghasilkan LPG, naftam karosin, avtur dan solar.

C. Polimerisasi. Dari proses tersebut, inilah dikatakan penggabungan 2 molekul yang dijadikan satu. Proses inilah yang nantinya akan membentuk suatu molekul yang disebut polimer.

D. Reformasi. Nafta yang juga memiliki termal ringan dikatakan akan diolah hingga menjadi oktan yang mudah menguap.

E. Isomerasi. Pada tahap yang terakhir ini dikatakan akan melakukan perubahan terhadap atom. Pada tahap tersebut, atom yang awalnya N butana akan berubah menjadi Iso butana.

  • Ekstraksi

Pada tahap ini, ekstraksi disebut sebagai proses pemisahan. Pemisahan tersebut biasanya dilakukan tergantung dari daya larut. Dalam melarutkan, menggunakan zat seperti solvet atau furfural.

  • Kristalisasi

Ini sama hubungannya dengan ekstraksi yang sama-sama melakukan pemisahan. Walaupun begitu, keduanya memiliki perbedaan seperti proses pemisahan yang dilakukan pada titik cair melalui proses pendinginan.

  • Treating atau pembersihan

Ini adalah tahap akhir dimana tujuan pembersihan ini dilakukan agar zat-zat yang dapat merugikan manusia bisa terbuang.

Kelebihan Dan Kekurangan Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi yang diolah menjadi bahan bakar dikatakan sangat bermanfaat untuk manusia. Disamping itu, pengolahan minyak bumi menyimpan berbagai kelebihan dan kekurangan seperti:

Kelebihan

  • Jika dibandingkan dengan sumber daya yang lain, minyak bumi dapat diolah dengan berbagai cara yang tidak terlalu sulit sehingga memberikan banyak manfaat bagi manusia.
  • Sebenarnya minyak bumi menyimpan banyak rahasia yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan diantaranya adalah dapat dijadikan sebagai sumber atau pembangkit tenaga listrik yang bisa disambungkan kemana saja.

Kekurangan

  • Jumlah minyak bumi yang ada dalam lapisan kerak bumi dikatakan akan berkurang demi memenuhi kebutuhan manusia. Bukan berarti minyak bumi tidak bisa dihasilkan kembali, hanya saja untuk menghasilkannya kembali diperlukan waktu yang sangat lama.
  • Pada saat melakukan pengolahan, dapat memberikan efek yang sangat tidak baik untuk kesehatan dan dapat menyebabkan pemanasan global karena adanya pencemaran serta polusi.
  • Untuk mengolahnya menjadi berbagai macam jenis minyak, dikatakan sangat banyak memakan biaya.

Kandungan Unsur Kimia Minyak Bumi

Minyak bumi memiliki berbagai macam kandungan unsur kimia yang dapat dijelaskan seperti yang ada pada berikut ini.

1. Sulfur (Belerang)

Layak untuk anda ketahui, kandungan belerang dari minyak mentah dikatakan sangat tinggi. Walaupun demikian, minyak bumi yang mengandung belerang dikatakan bisa menimbulkan korosi baik itu dingin dan basah karena adanya asam yang berasal dari oksida sulfur serta air.

2. Oksigen

Minyak bumi dikatakan juga memiliki oksigen yang berasal dari adanya hubungan minyak bumi terhadap atmosfer di udara. Hasil keseluruhan minyak bumi dikatakan dari 0,05 sampai 1,5 persen dan ini akan meningkat tergantung titik didih faksi. Oksigen juga dikatakan akan meningkat apabila hubugannnya dengan udara sangat panjang.

3. Nitrogen

Tidak hanya oksigen, minyak bumi juga menghasilkan nitrogen tetapi tidak sebanyak oksigen. Dan hasil nitrogen hanya berkisar 0,1 hingga 2% saja. Sifat racun dari nitrogen dikatakan bisa mengahsilkan Gum atau getah pada fuel oil.

4. Unsur-unsur logam

Minyak bumi juga banyak menghasilkan unsur logam yang berupa besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium.

Minyak bumi adalah suatu cairan kental yang dianggap sebagai bahan bakar fosil dimana cairan tersebut bisa mengundang datangnya api alias sangat mudah terbakar. Minyak bumi juga dikatakan tersusun dari senyawa alkana. Minyak bumi yang telah ada atau tertimbun hingga jutaan tahun dalam kerak bumi berasal dari sisa tumbuhan dan hewan.

Dari adanya tekanan dan suhu yang sangat luar biasa menjadikan apa yang tertimbun dalam kerak bumi hingga mencair maka terbentuklah minyak bumi. Sekian ulasan tersebut kami berikan, selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply