Sungai Mekong, Fenomena Naga dan Bola Api Misterius di Thailand

Di antara banyak negara di Asia Tenggara, Thailand adalah salah satu destinasi paling familiar. Thailand juga dikatakan sebagai salah satu negara yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai dunia. Bahkan setiap tahun ada sekitar 15 juta wisatawan yang datang dan menikmati eksotisme Thailand yang konon tak ada habisnya.

Selain menjadi salah satu tempat wisatawan dari manca negara, Thailand juga memiliki tempat yang begitu misterius.

Namun jangan salah guys, dikatakan “tempat misterius” namun tempat ini banyak mengundang turis untuk selalu berkunjung. Nah penasarankan tempat seperti apa itu? Dan fenomena misterius apa yang ada disitu? Maka dari itu kita simak saja ulasannya dibawah ini.

“Nong Khai” Bola Api Naga Dari Sungai Mekong

Sungai Mekong tidak hanya terkenal sebagai sungai terpanjang di Asia Tenggara. Sungai ini juga terkenal dengan naga dan bola apinya yang misterius.

Setiap tahun, di tepian Sungai Mekong yang membelah provinsi itu dengan negara Laos, ratusan ribu orang berkumpul untuk menyaksikan sebuah fenomena unik yang telah terjadi sejak seratusan tahun yang lalu, yakni munculnya bola api yang mereka sebut dengan Bung Fai Paya Nak, alias Bola Api Naga.

Satu tahun sekali, tepatnya akhir September atau awal Oktober, penduduk daerah Nong Khai di Thailand akan berkumpul di tepi Sungai Mekong. Mereka selalu menunggu fenomena istimewa ini.

Dari permukaan sungai, puluhan bola-bola cahaya berwarna merah jambu menyembur dengan indah seperti sebuah orkestra yang dipimpin oleh seorang konduktor. Semua mulai bersorak kegirangan dan bertepuk tangan dengan keras.

Bola-bola cahaya tersebut menggantung di udara selama beberapa saat sebelum kemudian lenyap dalam kegelapan malam. Beberapa menit kemudian, peristiwa serupa kembali terjadi. Bola-bola api lainnya kembali terbang dari permukaan sungai yang kembali diiringi dengan teriakan sukacita.

Fenomena luar biasa ini hanya muncul 1-3 hari dalam setahun tepat di akhir masa retret umat Budha Thailand yang biasanya jatuh di bulan Oktober. Bola api itu muncul begitu saja tanpa suara dan asap. Terkadang warnanya merah, merah jambu atau putih dan bisa menyembur hingga setinggi 100 meter dari permukaan sungai.

Biasanya ukurannya hanya sebesar telur ayam, bergantung di udara selama beberapa menit sebelum akhirnya lenyap. Umumnya bola api ini hanya dapat terlihat pada malam hari. Penduduk lokal menyebutkan bahwa bola-bola api ini datang dari seekor naga yang berdiam di dalam sungai.

Namun Benarkah Fenomena Bola Api Naga Ini?

Walaupun legenda mengenai naga Mekong sudah berakar begitu kuat, tidak semua penduduk Thailand mempercayainya. Bagi para ilmuwan, bola-bola api ini sebenarnya hanyalah sebuah fenomena alam yang dapat dijelaskan oleh sains. Menurut mereka, bola api tersebut muncul akibat pembakaran gas alam.

Tak hanya beberapa masyarakat Thailand saja, melainkan Kementerian Ilmu Pengetahuan Thailand menampik legenda itu. Mereka berkesimpulan bahwa bola api naga itu hanya mitos. Kemunculan bola api di Sungai Mekong di Nong Khai sebenarnya berasal dari bahan organik yang mengendap di dasar sungai.

Saat bola naga muncul, peralatan itu menangkap adanya pergerakan gas dari dalam air, sebelum orang-orang melihat bola api itu menyala. Jadi, kata pihak kementerian, bola api itu sangat tergantung dengan kandungan gas dari dalam sungai, yang biasanya memuncak di bulan Oktober.

Bahan organik itu membusuk dan menjadi fosfin yang mudah terbakar dan bercampur dengan gas metana. Saat bulan-bulan tertentu, seperti bulan Oktober, fosfin yang mudah terbakar dan tercampur dengan gas metana itu bakal terbakar dan meluncur dari dasar sungai hingga melayang di udara. Oleh sebab itu, bola api yang terlihat berbeda dengan kembang api atau sejenisnya yang bersuara dan berasap.

Bahkan seorang dokter bernama Manas Kanoksin telah menghabiskan 11 tahun untuk meneliti fenomena ini. Dengan kegigihan yang luar biasa, ia berusaha membuktikan teorinya bahwa bola-bola api ini adalah sebuah fenomena alam yang disebabkan oleh endapan gas Metana yang naik dari dasar sungai.

Menurutnya, akhir dari masa retret umat Budha sama persis dengan periode dimana bumi berada dalam jarak terdekat dengan matahari. Gravitasi matahari yang dikombinasikan dengan peningkatan kadar ultraviolet telah meningkatkan konsentrasi dan volatilitas oksigen di permukaan bumi.

Kemunculan bola api tersebut sempat mengundang rasa penasaran para peneliti yang menganggap fenomena ini sebagai hal yang tidak masuk akal. Banyak dari mereka yang kemudian membuktikan diri dengan melakukan penyelaman secara langsung hingga ke dasar Sungai Mekong. Namun hasilnya, mereka tidak menemukan sesuatu apa pun.

Adanya cerita naga menambah popularitas sungai sepanjang 4.350 km ini. Sungai Mekong sepanjang 4.350 km menjadi habitat ikan air tawar dengan ukuran jumbo. Ikan ini sekilas terlihat seperti belut tapi ukurannya sangat besar. Inilah ikan yang disebut sebagai naga.

Padahal ini adalah ikan Giant Oarfish (Regalecus glesne). Tentara AS pernah difoto usai menangkap Giant Oarfish tersebut di Sungai Mekong pada perbatasan Laos dan Thailand pada tahun 1973. Tidak pasti panjang Giant Oarfish ini berapa. Dilihat dari fotonya, ikan ini diangkat oleh lebih dari 15 tentara AS. Mereka memegangi ikan ini dari kepala hingga ekor.

Masyarakat lokal menyebut ikan ini ‘The Queen of Naga’. Mereka percaya ikan ini adalah titisan naga yang pernah hidup di Sungai Mekong. Ikan Giant Oarfish atau ikan besar lainnya bisa ditemukan pada fase bulan purnama. Dalam fase ini muka air akan mengalami pasang karena gaya tarik matahari, bulan dan bumi.

Saat terjadi pasang maka nutrisi yang ada di bawah air akan terangkat. Sehingga ikan akan muncul ke permukaan. Itulah kenapa ikan-ikan besar ini lebih mudah ditemukan pada saat bulan purnama. Walaupun ada penjelasan secara ilmiah, namun masyrakat setempat menolak penjelasan tersebut. Penduduk Nong Khai tetap meyakini kalau bola api berasal dari naga, sesuai dengan kepercayaan leluhur mereka.

Sungai Mekong, Sungai Legendaris Pembatas 3 Negara

Di berbagai penjuru dunia, tak jarang sungai menjadi pembatas suatu negara. Di kawasan Asia Tenggara, ada Sungai Mekong yang jadi perbatasan 3 negara. Apabila Sungai Mossel di Eropa memisahkan negara Prancis, Jerman dan Luksemburg, maka kawasan Asia Tenggara punya Sungai Mekong.

Faktanya, Sungai Mekong jadi Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Sungai Mekong merupakan salah satu sungai yang melintasi Vietnam, Tibet, China, Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja.

Selain sebagai pembatas diantara 3 Negara, sungai Mekong juga dikatakan sebagai sungai favoritnya Thailand. Sungai Mekong juga populer dikalangan turis dan sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai objek wisata. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-7 di wilayah Asia dan menempati urutan ke-12 di dunia.

Asal-usul nama “Mekong” diambil dari bahasa etnik Tai, yaitu Mae Nam Khong. Artinya adalah induk dari segala sungai. Catatan sejarah menunjukkan bahwa telah terjadi permukiman di Ban Chiang sejak era logam tahun 2.100 sebelum masehi (SM). Peradaban budaya India-Khmer ada di Funan dekat tepi Sungai Mekong.

Separuh aliran Mekong berikutnya hanya turun sejauh 500 meter. Karena itu, aliran di rentangan sungai yang ini jauh lebih tenang. Setelah keluar dari Cina, sungai itu menjadi perbatasan alami antara Myanmar dan Laos serta menjadi sebagian besar perbatasan antara Laos dan Thailand.

Sungai itu terbagi dua di Kamboja dan mengalir ke Vietnam lalu keduanya terbagi lagi menjadi beberapa cabang dan bermuara di Laut Cina Selatan.

Selain pembatas atas 3 Negara ternyata anda harus tahu bahwa sungai ini dijuluki sebagai sungai kehidupan. Mengapa begitu? Karena Sungai Mekong sangat penting bagi perekonomian Asia Tenggara.

Baik Vientiane, ibu kota Laos, maupun Phnom Penh, ibu kota Kamboja, adalah kota pelabuhan di tepi sungai tersebut. Di daerah hilirnya, Mekong adalah urat nadi kehidupan Vietnam.

Manfaat Sungai Mekong bagi Penduduk Sekitarnya

Sungai Mekong berkelok-kelok melintasi enam negara di Asia, menunjang kehidupan sekitar 100 juta orang dari hampir 100 suku dan kelompok etnik. Setiap tahun, sungai itu menghasilkan hingga 1,3 juta ton ikan​—empat kali lipat tangkapan di Laut Utara.

Di Negara Laos, Sungai Mekong menjadi urat nadi perekonomian warga. Bahkan, Kota Phnom Penh dan Vientiane dijadikan sebagai kota pelabuhan karena mendapatkan aliran air dari Sungai Mekong. Sumber daya alam yang dimiliki membuat Sungai Mekong menjadi tempat bergantungnya hidup penduduk yang tinggal di sekitar sungai tersebut.

Nah, selain memberi makan jutaan orang. Sungai Mekong juga digunakan untuk lalu lintas kapal dengan berbagai ukuran perahu kecil pembawa penumpang, kapal yang lebih besar pengangkut barang dan kapal kargo yang keluar masuk laut lepas. Sungai ini juga merupakan objek wisata yang populer.

Banyak turis senang melanjutkan perjalanan dari Air Terjun Khone untuk mengunjungi Vientiane. Kota itu terkenal dengan kanal, pagoda, rumah panggungnya dan telah menjadi pusat perdagangan, politik, serta agama selama lebih dari 1.000 tahun.

Bukan itu saja, anda juga harus tahu bahwa saat menyusuri Sungai Mekong di pagi hari, akan kita jumpai sebuah aktivitas menarik yang dilakukan oleh para biksu. Sebagian besar penduduk Thailand memang beragama Budha, jadi tidak heran jika banyak biksu yang dapat kita jumpai di sini. Setiap pagi, para biksu mengadakan sebuah ritual Tak Bat.

Biksu-biksu akan menyusuri sungai Mekong untuk mengumpulkan uang atau makanan pemberian dari warga. Uang dan makanan hasil pemberian warga disebut Pindapatta yang digunakan untuk kehidupan para biksu. Hal ini merupakan tradisi aliran Budha Theravada, dimana biksu tidak diperkenankan untuk memasak dan makan hasil masakan mereka sendiri.

Setiap tempat wisata yang dikunjungi selalu memiliki keunikannya tersendiri, baik itu budaya, keindahan tempat, serta suasana. Begitu juga dengan Sungai Mekong. Nah, ada sejumlah hal menarik yang bisa dijumpai di sini. Menyusuri Sungai Mekong membuat kita tahu tentang sejarah sungai itu sendiri.

Dapat kita simpulkan bahwa Fenomena sungai mekong ini menjadi festival tahunan yang diadakan oleh penduduk Thailand. Bola api atau Naga Fireball ini diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober tiap tahunnya. Legenda mengenai bola api ini diyakini masyarakat sebagai bentuk penghormatan naga terhadap Sang Buddha.

Namun seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa fenomena ini hanya salah paham saja, Bola api di Sungai Mekong di Nong Khai sebenarnya berasal dari bahan organik yang mengendap di dasar sungai.

Bahan organik itu membusuk dan menjadi fosfin yang mudah terbakar dan bercampur dengan gas metana. Saat bulan-bulan tertentu, seperti bulan Oktober, fosfin yang mudah terbakar dan tercampur dengan gas metana itu bakal terbakar dan meluncur dari dasar sungai hingga melayang di udara.

Oleh sebab itu, bola api yang terlihat berbeda dengan kembang api atau sejenisnya yang bersuara dan berasap. Namun teori seperti itu ditolak penduduk Nong Khai dan mereka tetap meyakini kalau bola api berasal dari naga. Tentu saja, mereka menjaga kepercayaan dan keyakinan leluhur.

Leave a Reply