Hepatitis B, Penyakit Menular Dan Mematikan

Banyak orang yang belum mengenal tentang seluk beluk penyakit hepatitis. Padahal, jika tidak ditangani secara serius, hepatitis bisa mengancam jiwa penderitanya serta dapat menular pada orang-orang sekitar. Karena siklus penyebarannya cukup lama, biasanya seseorang tidak menyadari jika dirinya terinfeksi hepatitis. Gaya hidup yang sembrono menjadi penyebab hepatitis B menjangkiti seseorang. Sebab virus hepatitis B termasuk yang mudah menular kepada orang lain.

Penularannya bisa melalui tranfusi darah, jarum suntik yang digunakan bersama-sama, atau bahkan alat kebersihan yang dilakukan bersama-sama seperti sikat gigi, handuk dan lain sebagainya. Di seluruh dunia, diperkirakan sebanyak 257 juta orang terinfeksi virus Hepatitis B sehingga penyakit liver yang satu ini mendapat perhatian dari kalangan luas baik tenaga kesehatan, akademisi, maupun masyarakat.

Namun adakah yang tahu dengan baik mengenai masalah ini? Atau bahkan anda belum paham apa yang dimaksud dengan penyakit ini? Nah, untuk itu ada baiknya jika kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Hepatitis B Dan Jenis-Jenisnya

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh “Virus Hepatitis B” (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus. Hepatitis B merupakan istilah untuk hati yang meradang akibat infeksi dari virus atau dari terlalu banyaknya mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Infeksi Hepatititis B dapat terjadi secara berkepanjangan/kronis maupun tiba-tiba/akut.

Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Jika tidak segera ditangani, pendertia hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati. Hepatitis B termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Penularan hepatitis B dapat melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain penderita.

Virus hepatitis B biasanya ditemukan pada beberapa cairan tubuh seperti air mani, air susu ibu, air liur dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, paparan cairan tubuh juga bisa menularkan virus hepatitis B. Risiko Anda akan makin tinggi jika Anda tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Hepatitis B merupakan salah satu dari 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Berikut ini adalah ulasan mengenai jenis-jenis hepatitis, antara lain;

1. Hepatitis A

Virus hepatitis A (HAV) ditularkan melalui jalur oral faekal, baik melalui kontak orang ke orang atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi virus tersebut. Biasanya, infeksi dari jenis hepatitis A terjadi pada kasus-kasus ringan.

Orang yang terinfeksi virus ini biasanya cepat pulih dan kebal jika terinfeksi virus ini lagi. Namun, infeksi HAV juga dapat mengancam jiwa. Beberapa orang yang tinggal di kawasan dengan sanitasi buruk dapat terinfeksi virus ini.

2. Virus Hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ini ditularkan melalui darah atau produk darah. Biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual, baik heteroseksual maupun homoseksual.

Ibu hamil yang terinfeksi hepatittis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Didaerah Timur jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

3. Virus Hepatitis C

Sebagian besar virus hepatitis C (HCV), ditularkan melalui paparan darah. Hal ini bisa terjadi melalui transfusi darah dan produk darah yang terkontaminasi, jarum atau suntikan yang terkontaminasi.

Transmisi seksual juga bisa menyebarkan HCV tapi jarang terjadi. Sayangnya, belum ada vaksin untuk mencegah HCV, pengadaan vaksin masih dalam tahap penelitian.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D atau virus Delta adalah virus yang unik yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularanmnya melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

5. Hepatitis E

Hepatitis E (HEV), seperti HAV, ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. HEV merupakan penyebab umum dari wabah hepatitis yang terjadi di negara berkembang dan dianggap sebagai penyebab utama penyakit di negara-negara maju. Infeksi HEV terkait dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Dari sekian jenis-jenis hepatitis, heptitis b merupakan yang paling mematikan atau ganas bahkan 10x lipat lebih ganas dari HIV. Lalu apa sebenarnya penyebab utama seseorang terkontaminasi virus ini?

Penyebab Hepatitis B

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa penyebab utama dari penyakit ini ialah dengan penggunaan jarum suntik yang tidak steril serta gaya hidup yang tidak sehat (obat-obatan) Nah, untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai penyebab hepatitis ini, ada baiknya untuk kita simak bersama ulasan dibawah ini.

1. Jarum Suntik

Penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bersamaan ternyata juga menjadi penyebab seseorang tertular hepatitis B. Gaya hidup yang tidak sehat dengan melakukan jarum suntik sebagai media untuk menyuntikan obat terlarang kedalam tubuhnya yang dilakukan secara bersamaan dapat memicu seseorang tertular penyakit hepatitis B.

2. Seks Bebas

Melakukan hubungan seks bebas selain tidak baik, ternyata hal ini juga bisa menjadi penyebab seseorang terjangkit virus hepatitis B. Karena aktifitas seks bebas ini membuat anda melakukannya dengan gonta-ganti pasangan yang memiliki kemungkinan besar untuk tertular penyakit yang dimiliki pasangan tersebut, seperti halnya penyakit hepatitis B ini.

3. Transfusi Darah

Nah, karena setiap orang belum tentu sehat tubuhnya, maka pada saat transfusi darah bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis B. Dan yang paling mudah untuk terjangkit penyakit ini bukanlah penerima tranfusi darah melainkan petugas yang menangani dan memeriksa darah untuk pertama kali.

4. Luka

Terdapat luka yang terbuka seperti halnya luka bakar dapat memicu seseorang tertular akan virus hepatitis B pada anak dan orang dewasa. Jenis penyebab inilah yang dapat mendatangkan penyakit ini. Maka dengan begini ada baiknya jika kalian harus lebih berhati-hati untuk menjaga kondisi kesehatan seperti halnya luka bakar ini.

Karena luka yang baru dan belum tertutup akan memudahkan untuk terkena virus penyakit hepetitia B yang akan masuk melalui luka.

5. Pemakaian Alat Pribadi Secara Bersamaan

Alat yang merupakan alat pribadi anda sebaiknya digunakan hanya untuk anda seorang saja, karena menggunakan alat pribadi seperti halnya alat khusus mandi secara bersamaan dapat menyebabkan anda terserang penyakit hepatitis B.

Karena faktor penyebab penyakit hepatitis B ini bisa terjadi akibat penggunaan peralatan secara bersamaan dengan penderita hepatitis. Jenis penyebab inilah yang bisa dengan mudah menyerang tubuh terlebih lagi jika menggunakan alat pribadi dengan mereka yang memiliki panyakit ini.

Mungkin andapun juga merasa bingung bagaimana proses penularan penyakit ini? Untuk itu ada baiknya simak ulasannya sebagai berikut;

Cara Penularan Hepatitis B

Beberapa cara penularan umumnya antara lain:

  • Kontak seksual. Misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Berbagi jarum suntik. Misalnya menggunakan alat suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.
  • Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja. Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia.
  • Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

Semakin muda usia Anda saat terinfeksi hepatitis B, semakin tinggi pula risiko infeksi Anda berkembang jadi kronis, terutama untuk bayi baru lahir atau anak-anak balita. Gejala infeksi HBV kronis bisa tidak terdeteksi selama beberapa tahun sampai orang tersebut benar-benar jatuh sakit akibat penyakit hati. Adapun beberapa penyakit yang terjadi akibat komplikasi hepatitis B.

Komplikasi Penyakit Hepatitis B

Seperti berikut ini adalah beberapa komplikasi hepatitis b yang tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang serius, yakni :

  • Sirosis Hati

Sirosis adalah jaringan parut pada hati yang terbentuk sebagai akibat dari jaringan atau sel-sel hati mengalami kerusakan dan peradangan yang berkelanjutan. Gejala sirosis biasanya tidak terdeteksi dan sering tidak disadari penderitanya sampai terjadi kerusakan yang parah pada hati.

Sirosis yang parah dapat memicu gejala-gejala seperti turunnya berat badan, mual, gampang lelah, gatal-gatal pada kulit dan pembengkakan pada perut serta pergelangan kaki.

  • Kanker Hati

Hepatitis B kronis bisa berkembang menjadi kanker hati jika tidak ditangani dengan baik. Gejala pada komplikasi ini di antaranya adalah mual, muntah, sakit perut, penurunan berat badan, serta sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning). Operasi mungkin akan dilakukan untuk membuang bagian hati yang terserang kanker.

  • Hepatitis B Fulminan

Hepatitis B fulminan terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dan mulai menyerang hati hingga menyebabkan kerusakan yang parah. Beberapa gejala yang mengindikasikan kondisi tersebut adalah penderita menjadi linglung atau bingung, perut membengkak dan sakit kuning.

Penyakit ini bisa menyebabkan hati berhenti berfungsi dan seringkali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Gejala Hepatitis B

Gejala hepatitis B sering kali tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul selama sistem kekebalan tubuh si penderita berjuang melawan virus. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Gejala umum hepatitis B meliputi:

  • Nyeri perut.
  • Urin berwarna gelap seperti teh.
  • Warna feses yang pucat seperti dempul.
  • Demam.
  • Nyeri sendi.
  • Hilang nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Kelemahan dan kelelahan.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice).

Lalu bagaimana mencegah Hepatitis B? Informasi pencegahan Hepatitis B inilah yang harus diketahui tidak hanya bagi pasien yang beresiko, namun juga bagi masyarakat luas dan kaum muda pada khususnya. Pencegahan Hepatitis B yang paling utama adalah vaksinasi, yang telah dikenal sebagai metode pencegahan yang aman dan efektif.

Pengobatan Hepatitis B

Pengobatan yang dilakukan untuk penderita penyakit hepatitis B ini dilakukan tergantung pada berapa lama pasien terinfeksi. Apakah hepatitis B akut (jangka pendek) atau hepatitis B kronis (jangka panjang).

1. Hepatitis B Akut

Infeksi akut ini umumnya dialami oleh penderita dewasa. Penderita hepatitis B akut biasanya dapat terbebas dari gejala dan pulih dalam beberapa bulan tanpa terkena hepatitis B kronis. Berikut ini adalah cara mengobati hepatitis B akut yang bisa dilakukan :

  • Mencukup Kebutuhan Gizi

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita hepatitis akut adalah mencukupi kebutuhan gizinya degan baik. Jangan sampai dirinya kekurangan gizi, jika dirinya kekurangan gizi akibatnya adalah penyakit hepatitisnya akan sulit sembuh.

Gizi yang cukup akan membuat tubuh semakin fit, di dalam tubuh yang fit terdapat sistem imun yang fit juga sehingga virus hepatitis yang ada di dalam tubuhnya bisa dilemahkan. Semakin lemah virus tersbeut di dalam tubuh maka kondisi penderita hepatitis akan semain membaik. Gizi yang seharusnya dikonsumsi oleh orang yang mengalami hepatitis adalah gizi 4 sehat 5 sempurna.

Gii 4 sehat 5 sempurna itu bisa didapatkan dari sayuran, lauk pauk, susu, buah dan masih banyak lagi lainnya. Dalam sehari kecukupan gizi 4 sehat 5 sempurna harus terpenuhi dengan baik.

  • Mengkonsumsi Supplemen Vitamin C

Virus yang ada di dalam tubuh manusia tidak terlepas dari sistem imun yang ada di dalam tubuh. Kandungan vitamin C tersebut berfungsi untuk melemahkan virus dan menangkal virus hepatitis teresut. Anda bisa memulainya dengan mengkonsumsi makanan yag mengandung vitamin C tinggi dan juga buah yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C yang ada di dalam makanan tersebut bisa membuat sistem imun semakin stabil. Saat sistem imun stabil maka sistem imun akan mudah untuk melemahkan virus yang ada di dalam tubuh anda. Vitamin C ini harus ada setiap harinya di dalam menu makanan anda.

  • Obat-obatan

Obat obatan diperlukan untuk mengatasi gejala hepatitis yang parah. Gejala hepatitis yang parah harus dikonsultasikan dengan dokter sehingga dokter akan memberikan berbagai macam obat yang nantinya bermanfaat untuk mengatasi penyakit hepatitis tersebut.

Obat-obatan yang harus dikonsumsi adalah obat parasetamol. Obat parasetamol itu bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri. Parasetamol juga menjadi obat penurun demam. Saat virus menyerang sistem imun, tubuh akan memberikan rekasi berupa demam.

Demam bukanlah penyakit namun demam merupakan gejala dari stuatu penyakit. Orang yang demam biasanya mengindikasikan jika di dama tubuhnya terdapat virus aau bakteri yang sedang berusaha menyerang sistem imun manusia.

2. Hepatitis B Kronis

Penderita hepatitis B kronis umumnya tidak merasakan gejala apa pun untuk waktu yang lama. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Jika telah didiagnosis positif menderita penyakit ini, penderita pada umumnya membutuhkan obat-obatan untuk jangka panjang (terkadang bertahun-tahun) guna mencegah kerusakan hati.

Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan sekaligus menjadi pengobatan yang harus dijalani oleh orang yang mengalami hepatitis b kronis :

  • Biopsi Hati

Pengobatan selanjutnya yang bisa ditempuh untuk mengatasi hepatitis b kronis adalah dengan melakukan biopsi hati. Proses ini jarang dilakukan sebab bisa berpengaruh pada fungsi hati. Biopsi merupakan langkah pemeriksaan dengan cara mengambil sampel organ hati dalam bentuk kecil kemudian diperiksa di laboratorium.

Biopsi itu berguna untuk mengetahui apakah ada sel kanker di dalam hati tersebut. Jika ada pengobatan lanjutan dan intensif pun perlu dilakukan.

  • Tes Darah

Pengobatan hepatitiS B pertama yang akan dilakukan adalah dengan melakukan tes darah. Tes darah itu harus dilakukan untuk mengetahui seberapa parah fungsi hati mengalami kerusakan atau mengetahui apakah fungsi hati masih berjalan dengan baik atau tidak.

  • Fibroscan

Pemeriksaan sekaligus yang menjadi pengobatan selanjutnya adalah dengan melakukan fibroscan. Mungkin anda asing dengan istilah ini, namun fibroscan ini harus dijalani oleh orang yang mengalami penyakit hepatitis b kronis. Scan ini brfungsi unuk mengetahui seberapa parah jaringan luka di hati terbentuk.

Scan ini juga berguna untuk mengetahui apakah hati mengalami pengerasan atau mengalami pengerutan sehingga berdampak pada komplikasi sirosis hati. Saat hati sudah menjadi keras,fungsi hati asudah sangat terganggu sehingga manusia akan merasakan dampaknya.

Salah satu cara gaya hidup sehat adalah dengan menghindari penyebab hepatitis B seperti tidak menggunakan alat kebersihan secara bersama-sama. Dan apabila Anda telah melakukan kontak dengan salah seorang penderita hepatitis B dalam rentang waktu 24 jam terakhir, segera periksakan diri ke dokter. Demikianlah pembahasan mengenai penyakit Hepatitis B ini, semoga penjelasan diatas memberi pengetahuan bagi pembaca.